
Ilustrasi seseorang yang terkena flu. (pexels/Photo by Photo By: Kaboompics.com)
JawaPos.com - Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan penyebaran virus influenza varian H3N2 Subclade K atau yang populer disebut Superflu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Erwin Ashta Triyono mengatakan selama periode akhir 2025, belasan orang di Jatim terdeteksi terpapar virus Superflu, dengan pasien didominasi usia muda.
"Dari hasil pemeriksaan, tercatat 18 kasus positif (Superflu) dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja," tutur Erwin, Jumat (9/1).
Ia mengatakan proporsi antara pasien laki-laki dan perempuan relatif seimbang. Dari hasil pemantauan terhadap 18 kasus Superflu, seluruh pasien dipastikan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.
Oleh karena itu, Dinkes Jatim memantau pasien serta kontak erat melalui puskesmas. Saat ini kondisi pasien superflu di Jawa Timur membaik dan sembuh, meski sebelumnya ada yang sempat dirawat di rumah sakit.
"Dari hasil laporan aplikasi NAR (New All Record) terdapat 1 pasien (Superflu) yang dirawat di RSUD dr Syaiful Anwar Malang di bulan September 2025 Dan saat ini pasien sudah sembuh," imbuhnya.
Lebih lanjut, Erwin menuturkan bahwa pasien superflu di Jawa Timur mengalami gejala, seperti demam di atas 38 derajat Celsius, batuk, dan pilek, dengan dampak penyakit yang serupa influenza pada umumnya.
"Maka pasien memerlukan istirahat dan asupan gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk pengobatan kasus Superflu ditanggung pemerintah, dengan catatan pasien berobat dengan skema BPJS," terang Erwin.
Untuk mencegah penyebaran virus Superflu, Dinkes Jawa Timur melakukan berbagai upaya preventif. Di antaranya pemantauan rutin surveilans Influenza Like Illnes (ILI) dan Severe Acure Respiratoy Syndrome (SARI).
Dinkes Jatim juga melakukan koordinasi intensif dengan Kemenkes dan BBLKM Surabaya. Skrining ketat dilakukan kepada masyarakat yang tiba di Jawa Timur, baik yang datang dari luar kota maupun luar negeri.
"Edukasi kesehatan juga terus digencarkan melalui penerapan etika batuk, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta vaksin influenza, utamanya bagi kelompok rentan, seperti balita, lansia," tukas Erwin.
Selain Jawa Timur, kasus Superflu juga terdeteksi di 7 provinsi lainnya, yakni Provinsi Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
