
Aplikasi mata elang. (Ilustrasi)
JawaPos.com - Praktek ilegal oknum Debt Collector (DC) terus didalami Unit Tipidter Satreskrim Polres Gresik. Khususnya, berkaitan dengan kebocoran data debitur yang tersebar luas dalam aplikasi Gomatel-Data R4 Telat Bayar. Tim penyidik pun tengah memburu tersangka lain yang berperan sebagai penyuplai data kepada aplikator.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menjelaskan bahwa tengah melakukan pengembangan. Pasca menetapkan 2 tersangka, yakni Freddy Eka (FE), 39 tahun selaku komisaris dan Jamaluddin Kaffi (JK), 35 tahun selaku Operator IT.
"Dari hasil pendalaman, ada beberapa pelaku lainnya yang menyuplai data ke para pembuat aplikasi itu," ungkapnya.
Pasalnya, kedua tersangka mendapatkan pasokan data debitur dari oknum finance alias orang dalam. Setidaknya, ada 2 orang yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). "Identitas sudah kami kantongi. Saat ini tim sudah melakukan pengejaran," tutur Alumnus Akpol 2015 itu.
Tidak heran, jumlah data debitur yang tercantum dalam aplikasi mencapai 1,7 juta. Namun, mayoritas data berasal dari luar wilayah Gresik. "Hanya 34 data yang asli Gresik, selebihnya berasal dari luar daerah," papar Arya.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Gresik Iptu Komang Andhika Haditya Prabu menambah bahwa para tersangka berbagi peran. FE bertugas menghimpun data para debitur yang memiliki tunggakan pembayaran. Data tersebut diperoleh dari berbagai perusahaan pembiayaan.
"Memang berprofesi sebagai dept collector (DC). Tidak heran tersangka bisa menghimpun data dalam jumlah yang sangat banyak," paparnya.
Seluruh data tersebut pun dikelola oleh JK dalam bentuk aplikasi sejak 2019. Namun, aplikasi baru beroperasi secara penuh pada 2021 silam. "Bisa diunduh melalui layanan play store. Namun saat ini sudah dilakukan pemblokiran aplikasi," terangnya.
Rupanya, kedua tersangka mematok harga tertentu alias berbayar kepada para pengguna. Mulai dari Rp 15 ribu untuk menampilkan fitur data terbatas, hingga ratusan ribu rupiah untuk menampilkan data yang lebih lengkap.
"Trial selama 3 kali akses, selebihnya harus berbayar," papar mantan Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik itu.
Selama mengoperasikan aplikasi, masing-masing tersangka mendapat keuntungan bersih sekitar Rp 10 juta setiap bulannya. "Tentunya omzet yang didapat lebih dari itu," pungkasnya. (yog)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022