
Ribuan massa PSHT menggelar aksi damai di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ribuan massa yang tergabung dalam Komunitas Arush Bawah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jawa Timur menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7).
Pantauan JawaPos.com, massa aksi mulai memadati depan Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan Nomor 1 sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka kompak memakai seragam berwarna hitam, sambil membentangkan bendera PSHT.
Sementara itu, ratusan petugas bersiaga di depan Mapolrestabes Surabaya. Massa aksi lalu menyampaikan aspirasi mereka yang dikomandoi oleh koordinator aksi damai Komunitas Arush Bawah PSHT, Bondan.
Baca Juga:Ikuti Jejak Ayah, Anak Rio Ferdinand Tandatangani Kontrak Profesional Bersama Brighton & Hove Albion
"Jangan sampai ada lagi aksi debt collector (DC) yang melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan," ucapnya dalam orasi.
Sebagai informasi, aksi tersebut buntut dari insiden bentrokan antara DC (debt collector) dan valet atau petugas parkir, yang terjadi di halaman parkir kafe kawasan Jalan Basuki Rahmat, Genteng, Surabaya pada Sabtu (25/7).
Akibat bentrokan, 2 petugas parkir valet dilaporkan mengalami luka bacok, yakni Feri, 25 tahun, dengan luka bacok di punggung dan pantat, serta Didik, 28 tahun, dengan luka bacok di area tangan.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menginstruksikan seluruh personel gabungan yang mengamankan aksi damai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah perbatasan dan titik-titik yang berpotensi memicu perpecahan.
Luthfie juga mengingatkan petugas waspada kemungkinan adanya penyusup yang menyusup ke tengah massa. Mereka dapat dikenali dari penggunaan masker, hoodie, atau penutup kepala untuk menyamarkan identitas.
"Karena kebanyakan dari anggota kelompok silat ini masih di bawah umur dan punya emosi yang tidak stabil. sehingga dia berharap, para petugas bisa lebih sabar dan tidak terpancing," ucap Luthfie. (*)

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
