Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 00.01 WIB

Ribuan Massa PSHT Geruduk Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Debt Collector

Ribuan massa PSHT menggelar aksi damai di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Ribuan massa PSHT menggelar aksi damai di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ribuan massa yang tergabung dalam Komunitas Arush Bawah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jawa Timur menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7). 

Pantauan JawaPos.com, massa aksi mulai memadati depan Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan Nomor 1 sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka kompak memakai seragam berwarna hitam, sambil membentangkan bendera PSHT.

Sementara itu, ratusan petugas bersiaga di depan Mapolrestabes Surabaya. Massa aksi lalu menyampaikan aspirasi mereka yang dikomandoi oleh koordinator aksi damai Komunitas Arush Bawah PSHT, Bondan. 

"Jangan sampai ada lagi aksi debt collector (DC) yang melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan," ucapnya dalam orasi.

Sebagai informasi, aksi tersebut buntut dari insiden bentrokan antara DC (debt collector) dan valet atau petugas parkir, yang terjadi di halaman parkir kafe kawasan Jalan Basuki Rahmat, Genteng, Surabaya pada Sabtu (25/7). 

Akibat bentrokan, 2 petugas parkir valet dilaporkan mengalami luka bacok, yakni Feri, 25 tahun, dengan luka bacok di punggung dan pantat, serta Didik, 28 tahun, dengan luka bacok di area tangan.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menginstruksikan seluruh personel gabungan yang mengamankan aksi damai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah perbatasan dan titik-titik yang berpotensi memicu perpecahan.

Luthfie juga mengingatkan petugas waspada kemungkinan adanya penyusup yang menyusup ke tengah massa. Mereka dapat dikenali dari penggunaan masker, hoodie, atau penutup kepala untuk menyamarkan identitas.

"Karena kebanyakan dari anggota kelompok silat ini masih di bawah umur dan punya emosi yang tidak stabil. sehingga dia berharap, para petugas bisa lebih sabar dan tidak terpancing," ucap Luthfie. (*)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore