
Wali Kota Surabaya memberi keterangan kepada awak media. (Radar Surabaya)
JawaPos.com - Saat banyak orang mungkin memilih reaksi tegas dan sanksi keras, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, justru menunjukkan sisi kepemimpinan yang sabar dan membimbing.
Admin media sosial pribadinya, Hening Dzikrillah, sempat viral akibat candaan yang keluar saat jeda siaran langsung, dan Eri Cahyadi memilih menonaktifkan sementara akun Hening, bukan untuk menghukum, tetapi sebagai kesempatan belajar.
"Kalau anak muda mengalami kegagalan, jangan bunuh karakternya. Tugas kita adalah membuat mereka yakin dan berani bangkit," tegas Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, seperti dikutip dari Radar Surabaya, Selasa (4/11).
Insiden itu baru diketahui Eri setelah pulang dari Konferensi Asia Afrika di Blitar. Hening pun menyerahkan surat pengunduran diri melalui Sekretaris Daerah, namun Eri menolaknya. Baginya, langkah itu terlalu dini.
Menurut Eri, media sosial anak muda seharusnya menjadi sarana edukasi dan penyebar pesan positif, bukan sekadar alat popularitas.
“IG saya isinya ajakan: ayo zakat, ayo kerja bakti, ayo bantu sesama. Media sosial itu alat edukasi, bukan panggung pencitraan,” ujarnya.
Terkait candaan Hening yang terekam saat mikrofon belum dimatikan, Eri memandangnya sebagai kekhilafan manusiawi.
"Dia hanya bercanda dengan temannya, tapi mic belum mute. Anak muda kadang teledor. Tapi itu bukan akhir, justru awal proses kedewasaan," kata Eri.
Saat ini, Hening sedang menenangkan diri dan berencana menjalani umrah. Eri berharap pengalaman ini menjadi titik balik bagi Hening untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dan tangguh.
"Saya mengaktifkan sementara agar dia memperbaiki diri. Dia harus berani menghadapi kenyataan. Ketika ada kesalahan, jangan pernah mundur memilih kata-kata," tutur Eri.
Lebih jauh lagi, Wali Kota Surabaya itu ingin peristiwa ini menjadi pelajaran bagi generasi muda: kesalahan bukan akhir dunia, selama bertarung dengan keberanian dan tanggung jawab.
“Setiap manusia punya kekurangan, tapi keberanian menghadapi kesalahan itulah yang membuat kita lebih sempurna,” tutupnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
