Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Oktober 2025 | 23.11 WIB

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya Latih Ribuan Warga, 60 Persen Terserap Dunia Kerja

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya latih ribuan warga. (Septian Nur Hadi/Jawa Pos)  - Image

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya latih ribuan warga. (Septian Nur Hadi/Jawa Pos) 

JawaPos.com-Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya terus memperluas kesempatan kerja bagi warga. Meningkatkan kemampuan, sejumlah pelatihan kerja semakin dimaksimal. Mulai dari bidang pertukangan, menjahit, dan barista, hingga membatik. 

Misalnya pelatihan batik terhadap warga RW 1, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng. Sebanyak 22 ibu-ibu mengikuti pelatihan tersebut. Nantinya, hasil karya warga akan dipamerkan dan dijual kepada masyarakat. 

Kepala Disperinaker Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan pelatihan terbagi dalam dua kategori. Yakni pelatihan bersertifikat dan non-sertifikat. 

“Yang bersertifikat itu seperti tukang bangunan, operator alat berat, atau pelatihan K3. Sedangkan yang non-sertifikat seperti menjahit, batik, dan barista," kata Hebi. 

Tahun ini, ribuan warga diberikan pelatihan kerja. Antara lain sekitar 400 warga mengikuti pelatihan di bidang pertukangan. Kemudian 750 peserta mengikuti pelatihan alat berat serta keselamatan kerja (K3), dan 300 peserta mendapatkan latihan non sertifikasi.

Meliputi menjahit dan membatik. Setiap program pelatihan disertai evaluasi pascapelatihan untuk memastikan peserta benar-benar memperoleh manfaat ekonomi.

"Dari seluruh peserta pelatihan tahun ini, sekitar 60 persen telah memiliki penghasilan. Baik bekerja di perusahaan maupun membuka usaha sendiri," ujar Hebi. 

Untuk menjembatani lulusan pelatihan dengan dunia kerja, pihaknya mengembangkan platform Aplikasi Surabaya Siap Kerja (ASIK). Melalui aplikasi tersebut, perusahaan dapat membuka lowongan dan langsung menjaring tenaga kerja terlatih asal Surabaya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menegaskan terus mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan membatik dalam upaya pengembangan sumber daya manusia. Latihan membatik merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat melalui program pokok pikiran pemberdayaan perempuan.

Menurut dia, pembedayaan perempuan tidak hanya bertujuan ekonomi, namun sebagai mempererat rasa kebersamaan sekaligus meluapkan rasa kreatifitas seni dan melestarikan budaya lokal. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kewirausahaan.

"Pelatihan ini menjadi sarana memperluas jaringan antar perajin. Mereka bisa mengembangkan usaha melalui pertukaran ide dan akses pasar yang lebih luas," kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya itu. 

Jika dilakukan secara konsisten, Ajeng optimistis kegiatan seperti ini berpotensi menciptakan komunitas kreatif baru. Nanti hasil karya para peserta akan dipamerkan di Ruang Pamer Rumah Padat Karya Viaduct Gubeng.

"Kalau dikelola serius, produk mereka bisa punya nilai jual dan jadi peluang usaha baru. Langkah ini diharapkan bisa memberi ruang promosi bagi produk batik hasil pelatihan," ujar Ajeng.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore