
Tim SAR gabungan mencari korban bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Tragedi ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (29/9), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan.
Bagaimana tidak, lebih dari 50 nyawa menjadi meregang dalam tragedi memilukan ini. Pakar Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Mudji Irmawan menilai tragedi ini menjadi alarm.
"Kasus di Ponpes Sidoarjo ini menjadi contoh penting tentang risiko pembangunan yang dilakukan secara bertahap, tentang pengawasan ketat dalam pembangunan gedung bertingkat," tutur Mudji di Surabaya, Jumat (10/10).
Menurutnya, setiap pembangunan gedung bertingkat memiliki risiko lebih tinggi. Terlebih apabila dalam pembangunannya, tidak didukung oleh perencanaan dan pengawasan yang sesuai kaidah teknik.
Hal ini diperkuat dengan hasil kajian internal di lapangan, di mana sebagian besar kegagalan struktur di Indonesia terjadi akibat lemahnya sambungan elemen dan pengawasan teknis yang tidak optimal.
"Padahal, setiap penambahan lantai harusnya disertai perencanaan struktur yang baru, karena beban pada bagian bawah akan meningkat signifikan," imbuh Mudji, yang dilibatkan dalam proses evakuasi korban.
Sebagai tindakan preventif, ia mengingatkan masyarakat yang berencana membangun untuk mematuhi dan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2847 tentang perencanaan beton bertulang.
Dalam standar ini, batas kekuatan beton dihitung maksimal sebesar 85 persen dari mutu material nominal, guna memberikan margin keamanan terhadap variasi mutu atau potensi kesalahan di lapangan.
“SNI telah mengatur faktor keamanan secara detail, dan jika diterapkan dengan disiplin, potensi kegagalan bisa ditekan seminimal mungkin,” terang Dosen Departemen Teknik Sipil ITS itu.
Aspek legalitas pembangunan seperti IMB dan PBG juga menjadi sorotan. Mudji menyebut kelalaian dalam mengurus perizinan sering kali membuat proyek berjalan tanpa pengawasan teknis yang semestinya.
"Perizinan bukan formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab untuk melindungi keselamatan pengguna bangunan. Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap pembangunan, bukan sekadar pelengkap," tukas Mudji.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
