
Dramatis! Tim SAR Bongkar Beton Tebal Demi Evakuasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Tim SAR gabungan mengevakuasi satu lagi jenazah korban dari balik reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo pada hari keenam operasi, Rabu sore (4/10).
"Jadi pada pukul 16.15 WIB, satu korban berhasil diekstrikasi di sektor A2," tutur Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Emi Freezer, Sabtu (4/9).
Sebagai informasi, ada empat zona dalam operasi pencarian dan evakuasi korban tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.
Di antaranya zona A1 (dekat pintu keluar), zona A2 (bagian belakang dan berhadapan langsung dengan dinding asrama), zona A3 (bagian atas), dan Zona A4 (di samping kanan A1, di bawah reruntuhan beton).
Proses evakuasi satu jenazah korban meninggal dunia ini berlangsung dramatis. Dari beberapa video pendek yang diterima JawaPos.com, beton besar menimbun tubuh korban secara keseluruhan.
Tim SAR gabungan pun melakukan berbagai upaya untuk membuat akses. Pertama, mereka membersihkan serpihan beton menggunakan cangkul, lalu melakukan tindakan pengeboran hingga pengelasan.
Dengan ditemukannya satu korban meninggal dunia, maka total korban yang dievakuasi adalah 120 orang, dengan rincian 104 selamat dan 16 meninggal dunia. Sebanyak 47 orang diduga masih tertimbun dalam reruntuhan.
"Hingga laporan terakhir, total terdapat dua korban berhasil diekstrikasi pada H-6 di sektor A2. Proses evakuasi masih terus berlangsung. Fokus kami ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama," tukasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Hingga Sabtu (4/10) pukul 15.30 WIB, proses evakuasi terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan. Pembersihan puing difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama.
