Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Januari 2026, 20.42 WIB

Sempat Terkendala Cuaca dan Medan Ekstrem, Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Berlanjut Hari Ini

Puncak Gunung Slamet terlihat dari arah Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. - Image

Puncak Gunung Slamet terlihat dari arah Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

JawaPos.com - Evakuasi jenazah pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan, pada Rabu (14/1) sempat terkendala cuaca dan medan ekstrem. Jenazah pemuda berusia 18 tahun itu memang ditemukan di lokasi yang sulit dijangkau. Yakni pada kedalaman 50 meter di lereng gunung.

Berdasar pemberitaan Jawa Pos Radar Jogja pada Kamis (15/1), evakuasi jenazah Ali kembali dilanjutkan sejak tadi pagi. Persisnya setelah hujan di lokasi penemuan jenazah mereda. Sementara di Magelang, pihak keluarga sudah menunggu kedatangan jenazah Ali.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo menyampaikan bahwa proses pengangkatan jasad Ali semula direncanakan berlangsung kemarin malam. Namun kondisi cuaca yang buruk, memaksa Tim SAR menunda evakuasi dan bermalam di lokasi.

”Informasi tadi malam sebenarnya sudah memungkinkan untuk dievakuasi, tapi karena hujan badai di atas, Tim SAR tidak bisa mengambil risiko. Mereka tetap bermalam demi keselamatan,” ungkap Catur.

Hari ini, evakuasi dimulai pukul 05.00 WIB. Sekitar pukul 06.30 WIB, jenazah Ali sudah berhasil diangkat. Menurut informasi yang diterima oleh Catur, ada indikasi cedera pada tubuh Ali. Yakni patah kaki dan tangan. Namun, jasadnya masih dalam keadaan utuh.

Catur menyampaikan bahwa evakuasi jenazah sampai ke Basecamp Dipajaya diperkirakan butuh waktu 10 jam. Dari lokasi itu jenazah akan dibawa ke rumah sakit di Kecamatan Moga, Pemalang untuk dilakukan pemeriksaan forensik dan proses pemulasaraan jenazah.

Pemkot Magelang, lanjut Catur, sudah berkoordinasi intensif dengan Pemkab Pemalang serta PMI Kabupaten Pemalang. Ambulans dan peti jenazah sudah disiapkan dan difasilitasi sepenuhnya untuk proses pengantaran hingga ke rumah duka di Kota Magelang.

Di Magelang, persiapan penyambutan jenazah telah dilakukan oleh keluarga Ali dan warga sekitar. Sesuai permintaan pihak keluarga, terutama ibunda Ali yang bernama Utari Juanita, peti jenazah tidak akan langsung ditutup rapat setibanya di rumah duka. Dia ingin melihat jasad Ali untuk terakhir kalinya.

”Kami sudah koordinasi agar peti bisa dibuka di rumah duka, setelah itu baru dibawa ke masjid untuk disalatkan,” ucap Catur.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Ali melakukan pendakian bersama rekannya, yang bernama Himawan Haidar Bahran pada Sabtu (27/12) melalui jalur Dipajaya, Pulosari, Pemalang. Keduanya berencana melakukan pendakian bolak-balik atau naik-turun dalam satu hari.

Namun, keduanya tidak kunjung turun. Proses pencarian kemudian dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk relawan mandiri, Tim SAR, BPBD, serta dukungan Pemkot Magelang. Pada Selasa (30/12), Himawan ditemukan pendaki lain di sekitar Pos 5 Gunung Slamet dalam kondisi lemah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi menyebutkan bahwa sejak laporan hilangnya Ali, BPBD Kota Magelang secara aktif mengirim personel untuk membantu pencarian.

”Sejak 30 Desember, kami mengirim personel, awalnya 5 orang dan kemudian bertambah hingga total 11 personel,” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore