
Tim DVI Polda Jatim Ungkap Kendala Identifikasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Tim DVI Polda Jawa Timur mengalami sejumlah kendala dalam mengidentifikasi jenazah korban yang tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo.
Kepala Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim, Kombes Pol Wahyu Hidajati menerangkan bahwa jenazah yang ditemukan beberapa hari setelah kematian akan mengalami beberapa fase sebelum akhirnya pembusukan.
“Kondisinya jauh berbeda dibanding hari pertama karena ada proses. Sehingga ini tidak mudah dikenali dengan mudah. Harus ada ilmu tambahan agar jenazahnya tidak tertukar,” tutur Kombes Pol Wahyu, Sabtu (4/10).
Banyak jenazah korban mengenakan pakaian serupa, seperti baju koko putih dan sarung. Belum lagi, ada tradisi saling meminjam pakaian antar santri, sehingga ciri fisik dan pakaian sulit dijadikan acuan untuk identifikasi.
Kemudian sidik jari. Kombes Pol Wahyu mengatakan identifikasi melalui sidik jari akan lebih mudah apabila kondisi tubuh jenazah masih segar. Terlebih, banyak santri yang belum memiliki KTP.
“Kendala ketiga yang kami alami dari gigi, supaya gampang ketemu, giginya harus unik misal gingsul atau tonggos, bogang, tambalan. Kalau (giginya) bagus semua susah (untuk identifikasi),” sambungnya.
Kombes Pol Wahyu mengatakan ada cara ampuh atau valid untuk mengetahui identitas korban, yakni melalui sampel DNA. Namun, prosesnya memerlukan waktu lama, 3 hari sampai 2 minggu menunggu hasil keluar.
“Kemarin sudah ambil (59 sampel) DNA keluarga korban, seperti air liur, darah, rambut, tetapi juga butuh waktu. Semakin jelek kualitas sampelnya, semakin susah. Selnya kalau sudah busuk,” terang Kombes Pol Wahyu.
Setelah pengambilan sampel DNA, tim DVI akan mengirimkan ke Jakarta untuk proses pencocokan. Keluarga korban sempat meminta agar diizinkan melihat langsung jenazah, namun permintaan tersebut tak dipenuhi.
“Ketika jenazah dijejerkan umumnya sudah mulai berubah bentuk, kekalutan itu muncul jadi pengen segera bertemu padahal
belum tentu yang menurut keluarga itu anaknya tapi ternyata bukan,” tukas Kombes Pol Wahyu.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Hingga Sabtu (4/10) pukul 15.30 WIB, sebanyak 120 orang korban berhasil dievakuasi, dengan rincian 120 orang korban selamat dan 16 orang meninggal dunia. Diduga masih ada 47 orang yang tertimbun reruntuhan.
Proses evakuasi terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan. Pembersihan puing difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
