
Upacara persemayaman jenazah Anumerta Deden Maulana di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (22/1). (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)
JawaPos.com - Dari total 10 korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Tim DVI menuntaskan identifikasi 7 jenazah korban. Sedangkan 3 jenazah lainnya sudah berhasil diidentifikasi lebih dulu. Pada Sabtu (24/1), Kabid Dokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Muhammad Haris pun mengungkap secara lengkap hasil identifikasi tersebut.
Kombes Haris menyampaikan bahwa pihaknya menerima 7 bodypack atau kantong jenazah korban dari Tim SAR Gabungan pada Jumat (23/1). Seluruh jenazah itu diterima oleh Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dari Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sekitar pukul 14.40 WITA. Setelah itu, pihaknya langsung melakukan identifikasi.
”Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Pusiden Polri, Tim Iden Polda Sulsel, dan Fakultas Kedokteran Unhas telah menerima kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi,” imbuhnya.
Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu pun mengungkap secara detail hasil identifikasi 7 kantong jenazah tersebut. Berikut riciannya:
Kantong jenazah nomor PM 62 B.05 cocok dengan data antemortem nomor 008 dan teridentifikasi sebagai Yoga Nauval Prakoso. Salah seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu teridentifikasi dari sidik jari, properti, dan ciri medis.
Kantong jenazah nomor PM 62 B.06 dan PM 62B.03 cocok dengan data antemortem nomor 003. Jenazah itu teridentifikasi sebagai kru Pesawat ATR 42-500 atas nama Hariyadi. Korban teridentifikasi dari sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
Kanto jenazah nomor PM 62 B.07 cocok dengan data antemortem nomor 001 dan teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Gunawan. Korban adalah kopilot Pesawat ATR 42-500 yang teridentifikasi dari sidik jari, gigi, properti, serta ciri medis.
Kantong jenazah nomor PM 62 B.08 cocok dengan data antemortem nomor 007 atas nama Ferry Irawan. Dia adalah salah seorang pegawai KKP yang teridentifikasi dari sidik jari, properti, dan ciri medis.
Kantong jenazah nomor PM 62 B.09 cocok dengan data antemortem nomor 005 dan teridentifikasi sebagai Dwi Mardiono. Dia adalah kru Pesawat ATR 42-500 yang teridentifikasi dari sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
Kantong jenazah nomor PM 62 B.10A, PM 62 B.10 cocok dengan data ante mortem nomor 009 atas nama Restu Adi Pribadi. Salah seorang kru Pesawat ATR 42-500 itu teridentifikasi dari sidik jari, properti, dan ciri medis.
Kantong jenazah nomor PM 62 B.11 cocok dengan data antemortem nomor 010 atas nama Andy Dahananto. Pilot Pesawat ATR 42-500 itu teridentifikasi dari sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
Selain 7 jenazah tersebut, 3 jenazah lain yang sudah teridentifikasi lebih dulu terdiri atas Dede Maulana (pegawai KKP), Florencia Lolita (kru pesawat), dan Esther Aprilita (kru pesawat). Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa identifikasi jenazah korban yang dilakukan oleh Tim DVI sudah tuntas.
”Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat sebanyak 10 orang yang terdiri atas 7 kru pesawat dan 3 penumpang,” ungkap dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022