
Tim DVI Polda Sulsel menyampaikan informasi terbaru terkait dengan pengumpulan data antemortem korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500. (Polri)
JawaPos.com-Usai mengidentifikasi jenazah 3 korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Tim DVI kini harus mengidentifikasi 7 jenazah lainnya. Menurut Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, proses tersebut paling lama selesai dalam 7 hari atau satu minggu.
Keterangan itu disampaikan oleh Djuhandani saat menerima 7 kantong jenazah dari Tim SAR Gabungan pada Jumat (23/1). Dia menyatakan bahwa Tim DVI akan berusaha bekerja cepat. Namun demikian, mereka juga harus melaksanakan tugas secara cermat dan tepat.
"Kalau seandainya nanti juga perlu pemeriksaan DNA dan lain sebagainya dengan bukti-bukti pembanding yang ada, itu tentu saja memakan waktu paling tidak sekitar satu minggu itu paling lama. Jadi, kami juga mohon sabar kepada keluarga korban," kata dia.
Sejak kecelakaan pesawat tersebut terjadi pada Sabtu pekan lalu (17/1), Tim DVI langsung bekerja dengan mengumpulkan data antemortem. Mereka tidak hanya menunggu, tapi juga menemui keluarga korban di daerah asal masing-masing.
Setelah mendapatkan 10 data antemortem dari keluarga 10 kru dan penumpang pesawat milik Indonesia Air Transport itu, Tim DVI langsung bersiaga di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Kini 3 di antara 10 korban yang ada dalam manifest penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar sudah teridentifikasi.
"Sisanya kami masih melaksanakan proses identifikasi lebih lanjut. Dimana kami berharap 11 bodypack yang dikirim ini sesuai dengan daftar manifest dari penumpang yang ada," ucap Djuhandani.
Perwira tinggi Polri dengan 2 bintang di pundak itu memastikan, proses identifikasi berlangsung secara saintifik. Data postmortem dari jenazah yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan akan dicocokkan dengan data antemortem dari keluarga masing-masing korban.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan menyerahkan 7 kantong jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-700 kepada Tim DVI pada Jumat (23/1). Dengan tambahan 7 kantong tersebut, total sudah 11 kantong jenazah diterima oleh Tim DVI sejak operasi SAR berlangsung pada Sabtu pekan lalu.
"Dan pada kesempatan ini saya akan menyerahkan secara resmi kepada Tim DVI Polri dalam hal ini diwakili oleh Bapak Kapolda (Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro)," ungkap Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
