
Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny sidoarjo sudah frustrasi dan nekat ingin bantu proses evakuasi. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Suasana tegang menyelimuti hari kelima operasi pencarian korban runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Jumat (3/10). Puluhan keluarga korban bersikeras untuk masuk ke area pondok.
Mereka ingin melihat langsung proses evakuasi di dalam area Pondok Pesantren Al Khoziny. Namun, keinginan mereka tidak disetujui oleh aparat polisi dan Banser.
"Mohon maaf dulu, Bapak, ini di dalam banyak alat berat, berbahaya kalau panjenengan (anda) masuk ke dalam (area evakuasi). Kami hanya mengamankan," ujar salah seorang polisi menenangkan keluarga korban.
Alih-alih mereda, suasana di sekitar gerbang Pondok Pesantren Al Khoziny justru semakin panas. Keluarga korban mengaku sudah frustrasi menunggu kabar anak maupun kerabatnya ditemukan.
"Kami sudah sangat sabar pak, sudah lima hari (pencarian), saya bukan relawan, bukan reporter, saya kakak dari korban!" ujar salah seorang keluarga korban yang mengenakan jaket hijau army.
Ia mengaku sudah frustrasi karena adiknya belum ditemukan hingga hari kelima. Keluarga korban sudah pasrah dan hanya ingin anak maupun kerabatnya ditemukan segera, baik dalam kondisi hidup maupun tidak.
"Jangan memikirkan bahaya-bahaya, keluarga kami sudah ketimbun, udah hitam (Tidak ada tanda kehidupan) kok. Jadi ayok, kalau basarnas tidak bisa atau kurang maksimal, kami bantu dengan hati nurani," imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh keluarga lain. Salah satu keluarga korban yang mengenakan kaos hijau mengaku tak puas dengan kinerja tim gabungan. Ia menuturkan sudah terlalu lama bersabar dan menunggu.
"Masalahnya, orang yang kerja cuma 2 orang. Kalau terlalu lama terus keluarga kami, adik adik kami habis gimana, gimana menyemayamkannya? Siapa yang tanggung jawab?" ujar pria berkaos hijau itu.
Sebagai informasi, bangunan Musala tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunana. Hingga Jumat siang, sebanyak 113 orang korban berhasil dievakuasi, baik secara mandiri maupun oleh Tim SAR. 103 selamat dan 10 korban meninggal dunia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022