
Keluarga korban runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, protes kepada Basarnas terkait evakuasi korban yang lambat. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Keluarga korban runtuhnya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, melakukan protes kepada Basarnas di Posko Darurat, Kamis (2/10).
Dengan wajah harap-harap cemas, mereka mengeluarkan unek-unek karena sudah empat hari sejak kejadian, Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB, mereka belum juga mendapat kabar keberadaan anak maupun kerabat yang hilang.
"Kalau dibilang nggak betah, iya pak. Saya sudah nggak sabar, adek saya busuk, pak (kalau evakuasinya terlalu lama)," ujar pria paru baya yang mengenakan kaus abu garis-garis itu kepada Basarnas, Kamis (2/10).
Keinginannya tidak neko-neko, ia hanya ingin adiknya bisa ditemukan segera, baik dalam keadaan selamat maupun tak bernyawa. Ia mengaku pikirannya tambah tidak karuan jika harus lebih lama menunggu.
"Kita inginnya malam ini juga selesai. Di situ jelas-jelas ada korban. Kalau petugas itu berhenti 1 jam saja, kita keberatan. Saya tanya menurut Bapak, yang bekerja ini sudah cukup sigap kah?" imbuhnya dengan lantang.
Suara lantangnya membuat puluhan keluarga korban mendekat. Mereka juga memiliki unek-unek serupa. "Kalau nggak mampu Basarnas, kita siap membantu (proses evakuasi)," tutur salah seorang perempuan berkerudung biru.
"Saya (merasa) kurang sama pekerjaannya, semuanya, basarnas kurang suka, karena menurut saya lambat, lambat sekali, makanya kita pingin cepat, kalau basarnas lambat, saya pengen grudug saja langsung," imbuhnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai tempat ibadah tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar rakaat kedua.
Akibatnya, banyak santri yang diduga terjebak dalam reruntuhan bangunana. Hingga Kamis (2/10) pukul 19.18 WIB, sebanyak 108 orang menjadi korban, dengan rincian 5 orang meninggal dunia dan 103 korban selamat.
Tim SAR gabungan hingga kini terus berupaya mengevakuasi korban yang masih terjebak reruntuhan bangunan. Sejumlah alat berat seperti ekskavator dan crane pun dikerahkan untuk mengangkat reruntuhan bangunan. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
