Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Proses evakuasi dan pencarian korban tragedi runtuhnya bangunan tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, masih berlangsung.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit mengatakan pihaknya mengerahkan ratusan personel gabungan untuk melakukan pencarian korban yang masih terjebak di balik reruntuhan.
Proses evakuasi pun dilakukan dengan penuh kewaspadaan dan kehati-hatian. “Masih harus kita akan cari. Karena kendalanya adalah bahwa struktur bangunan itu rentan untuk ambruk kembali,” tutur Nanang di lokasi, Selasa (30/9).
Ia menerangkan, bangunan yang ambruk berupa beton melintang. Diduga masih ada korban terjebak di bagian tengah. Untuk menjangkau lokasi tersebut, petugas harus membuka akses dengan lubang di balik reruntuhan.
“Karena posisinya, betonan-betonan itu lintang, menutupi para korban, sehingga kami harus memberikan akses dengan memberikan lubang ataupun memotong bagian-bagian dari struktur bangunan tersebut,” imbuhnya.
Sejak Senin sore (29/9), dua ekskavator disiagakan di area ponpes. Namun, alat berat itu belum difungsikan karena getarannya dikhawatirkan memicu runtuhnya susulan pada bangunan tersebut.
“Nah, kami cukup memperhatikan sekali karena getaran dari peralatan yang kita gunakan itu sangat rentan sekali untuk membuat bangunan itu (gedung 3 lantai yang difungsikan untuk tempat ibadah) roboh (lagi)," terang Nanang.
Tim SAR gabungan masih optimis para korban yang terjebak dalam reruntuhan masih selamat. Sebab hingga Selasa pagi, korban masih dapat berkomunikasi dengan petugas.
“Ada ada satu yang masih bisa berkomunikasi kemudian kami suplai oksigen dan juga kami suplai minuman dan makanan,” tukas Nanang.
Sebagai informasi, insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan tiga lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Hingga berita ini ditulis, JawaPos.com mendapatkan informasi dari Basarnas dan santri selamat bahwa sekitar 38 korban masih terjebak di reruntuhan.
Adapun jumlah korban yang berhasil dievakuasi adalah 102 orang, baik itu evakuasi mandiri maupun evakuasi oleh tim SAR gabungan. 3 orang korban di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Sementara itu, ratusan wali santri tampak memadati posko darurat. Mereka menunggu dengan wajah harap-harap cemas, berharap keluarga maupun kerabat dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
