Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 18.18 WIB

Musim Hujan 2025 di Surabaya Lebih Awal atau Normal? Ini Prakiraan Cuaca BMKG

Ilustrasi  musim hujan di Jawa Timur diprediksi BMKG datang lebih awal, mayoritas mulai Oktober. (Derry Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi  musim hujan di Jawa Timur diprediksi BMKG datang lebih awal, mayoritas mulai Oktober. (Derry Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memperkirakan awal musim hujan 2025/2026 seluruh Kecamatan di Kota Surabaya serentak pada November 2025.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur, Anung Suprayitno mengatakan dari 74 zona musim (ZOM) di Jatim, Surabaya masuk dalam daftar 14 ZOM, yang awal musim hujannya diprediksi mulai November.

"Jadi awal musim hujan di wilayah Jatim ini bervariasi, dari September - Desember 2025. Untuk seluruh kecamatan di Surabaya, ada 31 kecamatan itu diperkirakan pada Dasarian 1 - III November," terang Anung, Senin (29/9).

Ia menyebut awal musim hujan di Surabaya normal dibandingkan kondisi normalnya (dalam rentang waktu 1991 - 2020). Namun dari 38 kabupaten/kota di Jatim, mayoritas diprediksi musim hujannya lebih awal atau maju.

"Dari 74 zona musim di Jawa Timur, 70 ZOM diprediksi mengalami musim hujan tahun 2025/2026 lebih awal. Kemudian puncak musim hujan, diprediksi akan terjadi pada Januari 2026," imbuhnya.

Adapun curah hujan musim 2025/2026 di Jawa Timur diperkirakan berkisar 500 - 2.500 mm. Namun, sekitar 65 persen daerah di Jatim berpotensi mengalami hujan dengan curah lebih dari 1.500 mm.

BMKG meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem saat peralihan musim, sekaligus mengurangi dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi sepanjang musim hujan.

Selain itu, baik pemerintah maupun lembaga terkait juga diimbau untuk menyesuaikan program sektor pertanian agar selaras dengan datangnya musim hujan, sehingga potensi dampak negatif dapat diminimalisir sejak awal.

”Masyarakat diharapkan mengoptimalkan informasi BMKG, sebungga lebih siap dan antisipatif dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, longsor," tukas Anung.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore