Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 18.19 WIB

Usai Kecelakaan Bus Nakes Jember, Gubernur Khofifah Minta Evaluasi Jalur Penyelamat Bromo

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menanggapi tunjangan rumah DPRD yang mencapai Rp 57 juta/bulan. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut proses investigasi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus pariwisata di Jalur Bromo, Probolinggo, Minggu (14/9), masih dilakukan.

“Sekarang sedang dilakukan investigasi oleh tim lantas dari Polres Probolinggo, juga hasil koordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional karena jalan ini adalah jalan nasional," ujar Khofifah di Jember, Selasa (16/9).

Dalam waktu dekat, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan telaah menyeluruh untuk mengevaluasi apakah dibutuhkan jalur penyelamat di kawasan Bromo.

Mengingat jalan tersebut menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat maupun wisatawan menuju Bromo. Kalau kita melihat di beberapa daerah, ada jalur khusus, bisa ke kanan atau ke kiri, yang diisi pasir. 

"Itulah jalur penyelamat. Fungsinya jika kendaraan rem blong, sopir bisa mengarahkan ke jalur itu, sehingga tidak membahayakan. Jadi apakah tanjakan atau turunan biasanya ada opsi jalur penyelamatan," imbuhnya.

Khofifah menambahkan, fungsi jalur penyelamat adalah jika kendaraan terjadi rem blong, sopir bisa membelokkan kendaraan ke jalur itu sehingga tidak menabrak sesuatu yang menimbulkan kecelakaan yang membahayakan.

“Kalau kita melihat di beberapa daerah, ada jalur khusus bisa ke kanan bisa ke kiri, dikasih pasir, itulah jalur penyelamat. Tentu akan kami koordinasi dengan semua pihak, apakah membutuhkan atau tidak, kita menunggu hasil evaluasi tim KNKT," terang Khofifah.

Kronologi
Kecelakaan maut bermula saat bus IND'S 88 Trans dengan nomor polisi P 7221 UG, mengalami rem blong saat melaju di turunan menikung Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

"Sesampainya di TKP, pada kondisi jalan menurun dan menikung ke kiri (bus) mengalami gagal fungsi rem, sehingga laju kendaraan tetap ke kanan dan menabrak pembatas jalan," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, Senin (15/9).

Bus kemudian menghantam sepeda motor bernopol N 2856 OE, yang dikendarai Abdul Malik, warga Lumbang, Probolinggo. Beruntung, sopir dan pengendara motor selamat dan tak mengalami luka serius.

Hanya saja, sepeda motor yang dikendarai Abdul Malik, ringsek karena benturan keras dengan bus pariwisata. Saat insiden, bus IND'S 88 Trans sedang membawa 52 penumpang karyawan RS Bina Sehat.

Nahas, 8 orang penumpang dinyatakan meninggal dalam insiden tersebut. Di antaranya Hendra Pratama, Wardatur Soleha, Aiza Fahrani Agustin, Bela Putri Kayla Nurjati, Hesti Purnama Wreda Naya.

Lalu Afti Wibowo Wati, Nasha Askiya Nayyara, dan Dessy Eka Agustin. Mereka dievakuasi ke RSUD dr. Saleh dan RSUD Tongas. Sementara 44 orang penumpang lainnya mengalami luka-luka. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore