Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menanggapi tunjangan rumah DPRD yang mencapai Rp 57 juta/bulan. (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut proses investigasi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus pariwisata di Jalur Bromo, Probolinggo, Minggu (14/9), masih dilakukan.
“Sekarang sedang dilakukan investigasi oleh tim lantas dari Polres Probolinggo, juga hasil koordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional karena jalan ini adalah jalan nasional," ujar Khofifah di Jember, Selasa (16/9).
Dalam waktu dekat, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan telaah menyeluruh untuk mengevaluasi apakah dibutuhkan jalur penyelamat di kawasan Bromo.
Mengingat jalan tersebut menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat maupun wisatawan menuju Bromo. Kalau kita melihat di beberapa daerah, ada jalur khusus, bisa ke kanan atau ke kiri, yang diisi pasir.
"Itulah jalur penyelamat. Fungsinya jika kendaraan rem blong, sopir bisa mengarahkan ke jalur itu, sehingga tidak membahayakan. Jadi apakah tanjakan atau turunan biasanya ada opsi jalur penyelamatan," imbuhnya.
Khofifah menambahkan, fungsi jalur penyelamat adalah jika kendaraan terjadi rem blong, sopir bisa membelokkan kendaraan ke jalur itu sehingga tidak menabrak sesuatu yang menimbulkan kecelakaan yang membahayakan.
“Kalau kita melihat di beberapa daerah, ada jalur khusus bisa ke kanan bisa ke kiri, dikasih pasir, itulah jalur penyelamat. Tentu akan kami koordinasi dengan semua pihak, apakah membutuhkan atau tidak, kita menunggu hasil evaluasi tim KNKT," terang Khofifah.
Kronologi
Kecelakaan maut bermula saat bus IND'S 88 Trans dengan nomor polisi P 7221 UG, mengalami rem blong saat melaju di turunan menikung Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
"Sesampainya di TKP, pada kondisi jalan menurun dan menikung ke kiri (bus) mengalami gagal fungsi rem, sehingga laju kendaraan tetap ke kanan dan menabrak pembatas jalan," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, Senin (15/9).
Bus kemudian menghantam sepeda motor bernopol N 2856 OE, yang dikendarai Abdul Malik, warga Lumbang, Probolinggo. Beruntung, sopir dan pengendara motor selamat dan tak mengalami luka serius.
Hanya saja, sepeda motor yang dikendarai Abdul Malik, ringsek karena benturan keras dengan bus pariwisata. Saat insiden, bus IND'S 88 Trans sedang membawa 52 penumpang karyawan RS Bina Sehat.
Nahas, 8 orang penumpang dinyatakan meninggal dalam insiden tersebut. Di antaranya Hendra Pratama, Wardatur Soleha, Aiza Fahrani Agustin, Bela Putri Kayla Nurjati, Hesti Purnama Wreda Naya.
Lalu Afti Wibowo Wati, Nasha Askiya Nayyara, dan Dessy Eka Agustin. Mereka dievakuasi ke RSUD dr. Saleh dan RSUD Tongas. Sementara 44 orang penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
