Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 07.21 WIB

Jawa Timur Berangsur Pulih Pasca Kerusuhan, Pemerintah Fokus Jaga Kondusivitas

Ilustrasi kerusuhan di Surabaya pada Jumat (29/8) lalu. (Novia HerawatiJawaPos.com) - Image

Ilustrasi kerusuhan di Surabaya pada Jumat (29/8) lalu. (Novia HerawatiJawaPos.com)

JawaPos.com - Gelombang kerusuhan yang terjadi di Jawa Timur pada akhir Agustus 2025 lalu, menimbulkan keprihatinan. Sisi barat Gedung Negara Grahadi yang terbakar menjadi bukti mencekamnya malam itu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto memastikan kondisi Jatim berangsur pulih pasca kerusuhan. Meski begitu, ia mengingatkan kewaspadaan tidak boleh kendor.

"Insya Allah saat ini Jawa Timur kondusif, tetapi kita tetap waspada. Media sosial harus dipantau terus, supaya tidak ada lagi provokasi-provokasi yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban," ujarnya di Surabaya, Kamis (11/8).

Eddy menekankan pentingnya pejabat publik berhati-hati dalam membuat pernyataan agar tidak memperkeruh keadaan. Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim menggandeng stakeholder untuk menjaga persatuan.

"Kita ini negara besar yang harus bersatu. Pejabat politik maupun pejabat negara jangan membuat statement yang menyinggung. Masyarakat adalah yang kita layani," tambah Eddy.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyoroti keterlibatan pelajar atau anak di bawah umur dalam kerusuhan. Eddy menilai generasi muda rentan terpengaruh oleh arus informasi yang tidak utuh di media sosial.

"Anak-anak Gen Z ini semuanya menggunakan gadget. Informasi yang memecah belah, ujaran kebencian, itu harus kita sosialisasikan supaya mereka bisa memilah informasi yang benar (dan tak mudah terpengaruh)," seru Eddy.

Pihaknya akan menggandeng sekolah-sekolah, Pondok Pesantren, hingga Perguruan Tinggi yang ada di Jatim untuk berperan aktif melakukan sosialisasi terkait literasi digital kepada generasi muda.

Terkait wacana pembentukan Pamswakarsa, Eddy menyebut masih dalam pembahasan di tingkat pusat. Ia menilai perlu ada kehati-hatian agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan gesekan baru di masyarakat.

"Ini masih belum kita bahas detail. Tentunya ada plus-minusnya. Polisi, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat harus jalan bersama. Jangan sampai justru terjadi adu domba. Karena itu kita harus sangat hati-hati," tukas Eddy.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore