
Ilustrasi kerusuhan di Surabaya pada Jumat (29/8) lalu. (Novia HerawatiJawaPos.com)
JawaPos.com - Gelombang kerusuhan yang terjadi di Jawa Timur pada akhir Agustus 2025 lalu, menimbulkan keprihatinan. Sisi barat Gedung Negara Grahadi yang terbakar menjadi bukti mencekamnya malam itu.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto memastikan kondisi Jatim berangsur pulih pasca kerusuhan. Meski begitu, ia mengingatkan kewaspadaan tidak boleh kendor.
"Insya Allah saat ini Jawa Timur kondusif, tetapi kita tetap waspada. Media sosial harus dipantau terus, supaya tidak ada lagi provokasi-provokasi yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban," ujarnya di Surabaya, Kamis (11/8).
Eddy menekankan pentingnya pejabat publik berhati-hati dalam membuat pernyataan agar tidak memperkeruh keadaan. Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim menggandeng stakeholder untuk menjaga persatuan.
"Kita ini negara besar yang harus bersatu. Pejabat politik maupun pejabat negara jangan membuat statement yang menyinggung. Masyarakat adalah yang kita layani," tambah Eddy.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyoroti keterlibatan pelajar atau anak di bawah umur dalam kerusuhan. Eddy menilai generasi muda rentan terpengaruh oleh arus informasi yang tidak utuh di media sosial.
"Anak-anak Gen Z ini semuanya menggunakan gadget. Informasi yang memecah belah, ujaran kebencian, itu harus kita sosialisasikan supaya mereka bisa memilah informasi yang benar (dan tak mudah terpengaruh)," seru Eddy.
Pihaknya akan menggandeng sekolah-sekolah, Pondok Pesantren, hingga Perguruan Tinggi yang ada di Jatim untuk berperan aktif melakukan sosialisasi terkait literasi digital kepada generasi muda.
Terkait wacana pembentukan Pamswakarsa, Eddy menyebut masih dalam pembahasan di tingkat pusat. Ia menilai perlu ada kehati-hatian agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan gesekan baru di masyarakat.
"Ini masih belum kita bahas detail. Tentunya ada plus-minusnya. Polisi, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat harus jalan bersama. Jangan sampai justru terjadi adu domba. Karena itu kita harus sangat hati-hati," tukas Eddy.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
