Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 06.03 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Bantu ASN Korban Kebakaran Grahadi Surabaya: Dari Motor Terbakar hingga Tabungan Hilang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan bagi ASN korban kebakaran Gedung Negara Grahadi, Senin (8/9). (Humas Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan bagi ASN korban kebakaran Gedung Negara Grahadi, Senin (8/9). (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan ganti rugi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdampak insiden terbakarnya Gedung Negara Grahadi pada akhir Agustus lalu.  

Bantuan tersebut diserahkan dalam apel pagi bersama ASN di lingkungan Pemprov Jatim di halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Jalan Johar, Bubutan, Surabaya pada Senin (8/9). 

“Jadi yang terkonfirmasi Erwin, memang ada bangkai motornya. Saya minta didata, ternyata banyak. Ada juga Pak Wahyu, itu tabungannya untuk 40 hari Ibunya juga terbakar,” ujar Khofifah, Senin (8/9). 

Total ada 3 ASN yang menjadi korban kerusuhan. Mereka adalah staf Biro Administrasi Pimpinan, Erwin Sugiarta; staf Biro Umum, Doni; serta staf Biro Umum, Wahyu. 

Erwin sendiri sepeda motornya menjadi sasaran pembakaran massa demo di depan Grahadi pada 29 Agustus lalu.

Sementara Wahyu kehilangan tabungan yang rencananya digunakan untuk tahlilan 40 hari ibunya.

Masing-masing menerima bantuan ganti rugi dengan nominal berbeda. "Kami menyerahkan bantuan kepada Erwin sejumlah Rp 20 juta, Doni staf Biro Umum Rp 10 juta, dan Wahyu staf Biro Umum Rp 5,5 juta," imbuhnya. 

Selain menyalurkan bantuan ganti rugi, Khofifah menjelaskan apel kali ini digelar sebagai penanda berakhirnya sistem flexible working arrangement untuk ASN setelah unjuk rasa masyarakat yang terjadi akhir Agustus lalu.

“Hari ini kita memulai kembali kerja full time sesuai penugasan di masing-masing institusi dimana saudara bertugas. Kalau kemarin ada flexible working arrangement, sekarang kembali bekerja seperti normalnya,” tutur Khofifah. 

Sebelumnya, Pusat Kota Surabaya pada Sabtu (30/8), berubah menjadi malam mencekam saat aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi ricuh. Sisi barat bangunan tersebut pun habis terbakar.

Setelah membakar sisi barat Gedung Negara Grahadi, oknum massa menyasar Markas Polsek Tegalsari. Kobaran api disertai asap hitam pekat pun membumbung tinggi di sekitar lokasi.

Dalam hitungan jam, kedua bangunan cagar budaya di Kota Surabaya, ludes terbakar. Porak poranda.

Sisa bangunan, seperti genteng, kayu, dan barang-barang lain pun berubah menjadi abu dan arang.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore