Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 18.11 WIB

Kronologi Food Vlogger Jadi Korban Kekerasan di Kutisari Surabaya, Berawal dari Konten Review Kuliner untuk Promosi UMKM

Lokasi kasus dugaan kekerasan yang dialami food vlogger J di Kutisari Surabaya, kasusnya viral di media sosial. (Istimewa) - Image

Lokasi kasus dugaan kekerasan yang dialami food vlogger J di Kutisari Surabaya, kasusnya viral di media sosial. (Istimewa)

JawaPos.com - Pengalaman tak mengenakkan dialami konten kreator kuliner (food vlogger) berinisial J, 30 tahun. Ia diduga menjadi korban kekerasan oleh dua orang tak dikenal di daerah Kutisari Selatan, Surabaya, Selasa malam (26/8).

J menuturkan awalnya ia hanya berniat mereview jajanan tahu gimbal di daerah tersebut. Sebelum merekam, ia juga sudah meminta izin kepada penjual untuk mengambil gambar agar bisa dijadikan konten kuliner.

"Tujuannya itu untuk dipromosikan. Kan kebetulan saya juga konten kreator mau bikin konten untuk yang UMKM-nya. Nah, itu saya sudah izin," tutur J kepada awak media di Surabaya, Kamis (28/8).

Usai merekam, J menuju mobilnya untuk mengambil uang tunai untuk membayar tahu gimbal. Namun, saat berada di mobil, ia didatangi seorang pria yang tiba-tiba menanyakan alasan dirinya merekam video.

Pria tersebut kemudian meminta ponsel J dan berdalih ingin melihat video yang telah diambil. Namun, permintaan tersebut ditolak J karena dirinya merasa tidak merekam si pria tersebut. Cekcok dan adu mulut pun terjadi.

"Ditegur, ditanyain, 'Kamu video-video apa?'. Saya bilang 'Loh, saya video yang jualan ini, Bapaknya ini siapa?'. Nah, terus orangnya sempat cekcok, orangnya kayak nggak terima gitu," imbuhnya.

Ketika J masih beradu mulut dengan pria tersebut, datang seorang lagi yang diduga rekannya dan ikut terlibat cekcok. "Terus dia emosi nampar wajah saya. istilahnya nempeleng wajah saya gitu loh," ucap J.

Penjual tahu gimbal yang mencoba melerai keributan justru ikut terkena amukan kedua pria tak dikenal itu.

J menegaskan dirinya tidak mengenal mereka, keduanya mengaku sebagai pihak keamanan setempat.

"Penjualnya (tahu) kan bilang, 'bapak ngapain?' Maksudnya mau membela saya. Bapak kok ngapain kok ribut, ada apa. Lah terus diserang juga. Saya nggak kenal, mereka mengakunya keamanan di daerah sana," terang J.

Atas insiden tersebut. Evelyn dan suaminya (J) melaporkan dugaan kekerasan kepada Polsek Tenggilis Mejoyo dengan nomor STTLP/B/52/VIII/2025/SPKT/Polsek Tenggilis Mejoyo/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.

Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo, Ipda Yudi mengatakan kasus dugaan kekerasan sedang diselidiki, dengan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor, yang mengaku sebagai tukang parkir toko.

"Saat ngevideo itu dia (korban) didatangi sama S kemudian ditegur kenapa kok merekam-merekam akhirnya cekcok. Terus ada kejadian itu (penamparan). Kasusnya masih kita dalami, terkait penganiayaan," tukas Yudi. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore