Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2026 | 00.10 WIB

Istana Beberkan Kronologi Pembubaran Diskusi di UGM: Kalau Tidak Setuju Bikin Forum Lain

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengunjungi kantor Redaksi Jawa Pos di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengunjungi kantor Redaksi Jawa Pos di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkap kronologi pembubaran kegiatan dialog antara pemerintah dan mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi fenomena yang tidak lazim dalam praktik demokrasi di lingkungan kampus.

Qodari menjelaskan, kegiatan diskusi awalnya berlangsung tertib dan kondusif selama kurang lebih 45 menit. Dalam forum tersebut, sejumlah mahasiswa turut hadir dan aktif berdiskusi tanpa menunjukkan penolakan terhadap jalannya acara.

“Sebetulnya sebelum pembubaran itu saya mendapat informasi bahwa kegiatan sudah berjalan dengan baik dan lancar selama kurang lebih 45 menit. Tapi kemudian tiba-tiba muncul sekelompok orang, mahasiswa yang membubarkan acara itu, termasuk juga dengan kata-kata yang mungkin tidak pantas. Nah ini sebetulnya anomali,” kata Qodari dalam keterangannya, Kamis (18/6).

Ia menilai, tindakan pembubaran tersebut tidak mencerminkan semangat demokrasi yang selama ini berkembang di lingkungan akademik. Menurutnya, ruang kampus seharusnya menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan dan pandangan secara terbuka.

Qodari juga menekankan, kegiatan dialog tersebut bukan agenda yang diselenggarakan secara mendadak. Acara tersebut telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya dan telah memperoleh izin untuk dilaksanakan.

Dialog tersebut menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Menurut Qodari, kegiatan serupa sebelumnya juga telah digelar di sejumlah perguruan tinggi lain tanpa mengalami kendala berarti.

“Acara di UGM sendiri juga sudah disiapkan jauh-jauh hari, sudah mendapatkan izin, dan karena itu bisa diselenggarakan,” tegasnya.

Qodari mengingatkan bahwa masyarakat, termasuk komunitas kampus, terdiri dari beragam kelompok dengan latar belakang pemikiran dan aspirasi yang berbeda-beda. Karena itu, diperlukan ruang yang memungkinkan setiap pihak menyampaikan pandangannya secara setara.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore