Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 03.19 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Tak Ada Beras Premium Oplosan, tapi Beras Medium Langka!

Pengunjung memilih beras premium di Hypermart Ciputra World Surabaya, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/7). (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Pengunjung memilih beras premium di Hypermart Ciputra World Surabaya, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/7). (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat mengecek ketersediaan dan kualitas beras di masyarakat. Di tengah ramainya temuan beras premium oplosan di beberapa daerah di Indonesia.

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya Agung Supriyo Wibowo menegaskan, stok beras aman dan tidak ada temuan oplosan.

"Berdasar hasil sidak hari ini (17/7), kami tidak menemukan beras oplosan di Kota Surabaya. Selain itu, ketersediaan beras di juga sangat aman," ujar Agung setelah melakukan sidak ke beberapa pasar di Surabaya, Kamis (17/7).

Selain memastikan kualitas beras premium untuk meredakan kekhawatiran masyarakat, sidak yang dilakukan Pemkot Surabaya bersama Satgas Pangan Polrestabes Surabaya juga menyoroti kelangkaan beras premium.

Agung mengakui bahwa ketersediaan beras medium di Surabaya saat ini terbatas. Diduga karena pembatasan distribusi dan beras bantuan SPHP yang belum terdistribusi luas di pasaran.

"Tidak ada temuan beras oplosan. Sementara beras medium itu ketersediaannya langka, karena kemungkinan ya kalau dari informasi isu itu kan banyak yang dioplos (untuk beras premium)," imbuh Agung Supriyo Wibowo.

Agus menyebut dalam sidak, ditemukan beras medium namun jumlahnya terbatas. Sebagian besar pedagang justru menjual beras premium yang mendominasi pasar tradisional di Surabaya.

Pemkot dan Satgas kemudian mengecek kualitas beras premium, terlebih terkait presentasi pecahan beras. Standar beras premium maksimal 10 persen pecahan, jika lebih dari itu, dikategorikan beras medium.

"Tadi saya juga tanya ke pedagang itu kenapa beras medium itu kok langka, (kata pedagang) karena di selepan-selepan itu sudah tidak diperkenankan untuk membuat yang medium," ucap Agung.

Setelah ini, Pemkot Surabaya dan Satgas Pangan Polrestabes Surabaya akan rutin melakukan sidak ke perusahaan distribusi dan pasar-pasar besar. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak terlalu khawatir.

Beberapa pasar besar di Surabaya yang akan disidak dalam waktu dekat, di antaranya Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, Pasar Tambahrejo, Pasar Soponyono, dan Pasar Genteng.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore