Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Juli 2025 | 04.10 WIB

MPLS 2025 di SRMA XXI Surabaya, Mengusung Tema RAMAH dan Fokus pada Pencegahan Bullying

Antusiasme siswa mengikuti MPLS Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Kota Surabaya. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Antusiasme siswa mengikuti MPLS Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Kota Surabaya. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com-Program Sekolah Rakyat yang diinisiatif Kementerian Sosial telah dimulai sejak Senin (14/7). Itu bertepatan dengan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026.

Di Provinsi Jawa Timur, ada 12 lokasi Sekolah Rakyat (SR) yang sudah beroperasi, baik itu jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Salah satunya Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) XXI Kota Surabaya.

Kepala SRMA XXI Kota Surabaya Prapti Wardani mengatakan, angkatan pertama ada 100 siswa-siswi dari keluarga miskin (gamis) yang diterima. Mereka berasal dari wilayah Surabaya sekitar.

"Sudah saya sampaikan ke orang tua bahwa sekolah rakyat itu konsepnya boarding school, ternyata orang tua sudah paham, kata mereka seperti pondok pesantren," tutur Prapti kepada JawaPos.com, Rabu (16/7).

Meski tinggal di asrama, Prapti mengatakan, para siswa masih diperbolehkan pulang bertemu keluarga, ketika libur panjang sekolah maupun pada hari besar keagamaan. 

"Memang itu yang banyak orang tua tanyakan. Jadi untuk jadwal kepulangan (siswa di SRMA XXI Surabaya) ini seperti ponpes pada umumnya ya, saat libur panjang dan hari besar keagamaan,” imbuh Prapti Wardani.

Orang tua masih diperbolehkan menjenguk anak-anaknya di asrama, mengikuti jadwal khusus yang telah ditentukan SRMA XXI Kota Surabaya. Jadi tidak bisa berkunjung ke asrama setiap hari.

Prapti juga mengatakan, pelaksanaan MPLS 2025 mengusung tema RAMAH dengan enam prinsip dasar. Ramah, Edukatif, Efektif dan Efisien, Inklusif, Partisipatif, dan Fleksibel.

Perundungan (bullying) dan kekerasan yang kerap terjadi selama pelaksanaan MPLS, menjadi perhatian khusus SRMA XXI. Prapti menyebut pihaknya menyiapkan satgas untuk mengantisipasi tindakan tersebut di asrama.

"Setiap sekolah itu ada tim pencegahan atau satgas khusus. Karena mulai MPLS hari pertama, siswa tinggal di asrama, jadi satgas sudah kami bentuk, tetapi masih perlu penyempurnaan," ujar Prapti.

Dia berharap masyarakat dapat memahami bahwa SRMA XXI Surabaya masih berproses. Namun, Prapti memastikan asrama yang ditinggali para siswa sudah siap dan akan didampingi oleh wali yang bertugas.

“Siswa juga tidak dibiarkan sendiri. Mereka sudah kami plot, setiap sepuluh siswa, akan didampingi oleh satu wali asuh. Kemudian juga ada pemisahan antara asrama anak perempuan dan laki-laki,” tukas Prapti.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore