Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Juli 2025 | 20.11 WIB

Nekat Mendahului dari Sisi Kiri, Mobil Oleng Kecelakaan Maut dengan Bus di Gresik

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. - Image

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.

JawaPos.com-Warga yang melintas di kawasan jalan Raya Duduksampeyan dikejutkan dengan kecelakaan maut pada Minggu (6/7) malam. Peristiwa itu melibatkan sebuah mobil bernopol S 1977 WO dengan mobil bernopol L 7775 UV.

Dua korban meninggal dunia akibat luka serius pada bagian kepala. Peristiwa bermula saat mobil yang dikemudikan Darussalam melaju dari arah barat menuju wilayah Kota Gresik. Dia bersama dua anggota keluarga, yakni istri Siti Handayanik dan putrinya HMR yang masih berusia 6 tahun.

"Melaju dengan kecepatan sedang, saat itu hendak mendahului sebuah truk di depannya," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Ipda Achmad Andri Aswoko.

Namun, pria 43 tahun asal Kecamatan Manyar itu mengambil sisi kiri jalan untuk mendahului truk. Akibatnya, roda mobil turun ke bahu jalan hingga membuat mobil hilang kendali.

"Jarak bahu jalan cukup tinggi, sehingga membuat mobil oleng setelah menyalip truk," beber Aswoko.

Darussalam pun gagal mengendalikan kemudi mobil dengan wajar. Hingga membuat mobil tersebut oleng ke arah kanan. "Masuk ke jalur dari lawan arah," terang Achmad Andri Aswoko.

Di saat bersamaan, datang bus yang dikemudikan Sundoko dari lawan arah. Jarak yang terlalu dekat membuat supir bus asal Rembang, Jawa Tengah, itu tidak bisa menghindar.

"Benturan cukup keras. Pengemudi dan istri korban dinyatakan meninggal dunia," kata mantan Kanitreskrim Polsek Wringinanom itu.

Aswoko menyebut kecelakaan terjadi akibat kelalaian, lantaran nekat mendahului tanpa memperhatikan jarak aman. Sementara itu, putri dari kedua korban berhasil selamat. Bocah 6 tahun itu masih menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina.

"Mengalami luka lecet, saat ini masih perawatan sembari menunggu pihak keluarga," tandas Aswoko.

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan di kawasan jalan raya Duduksampeyan, khususnya pada malam hari. Faktor penerangan jalan umum (PJU) yang minim menjadi salah satu penyebab.

"Sudah seringkali memakan korban. Apalagi kendaraan yang melintas sering melaju dengan kecepatan tinggi," keluh Suryadi, warga sekitar.

Padahal, arus lalu lintas pada jam tersebut cukup padat, lantaran terdapat aktivitas pekerja pabrik yang masuk kerja pada shift malam hari. "Lengah sedikit saja bisa berbahaya," beber Suryadi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore