
Pembersihan Sungai Kalianak sisi Krembangan dan Asemrowo. (Azami Ramadhan/Jawa Pos)
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan penataan ruang Sungai Kalianak. Proses itu berlangsung bertahap dan perlahan.
Senin (23/6), penataan dan pembersihan puing-puing sisa pembongkaran bangunan liar dilakukan di dua sisi kecamatan secara bersamaan. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, sisi Kecamatan Krembangan telah tuntas melakukan pembongkaran.
Camat Krembangan Harun Ismail menyatakan, di sisi barat, penataan dilakukan hingga 700 meter. “Ya sudah tembus ke 700 meter, kalau sesuai tahapan sudah sampai 600 meter pertama,” kata Harun, Senin (23/6).
Dia menambahkan untuk tahap pertama di sisi Kecamatan Krembangan telah ditetapkan hingga sepanjang 700 meter. Saat ini pihaknya lebih banyak melakukan finishing dan pembersihan kawasan.
Proses itu, kata dia juga mempersiapkan untuk penataan ruang sungai di tahap kedua. Menurut dia, proses itu dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Sembari itu kami juga sosialisasi dan dialog ke masyarakat secara langsung,” ungkap Harun.
Soal berapa bangunan yang telah dirobohkan, Harun menyebut di tahap pertama telah menata kurang lebih 121 rumah. Kondisi Sungai Kalianak sudah jauh lebih baik dan memperlancar arus sungai.
Ditanya berapa meter pengerjaan untuk tahap kedua, Harun memastikan tak jauh berbeda dengan tahap pertama. Yakni dengan panjang 600 meter. Skema pelaksanaan juga serupa dengan tahap selanjutnya, yakni 200 meter pertama dengan tiga kali pengerjaan.
“Minggu ini kami melakukan rapat koordinasi lanjutan, termasuk proses dan rencana kedepan juga dibahas,” ungkap Harun.
Soal penataan bantaran sungai, menurut Harun, akan dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Sementara itu di sisi Kecamatan Asemrowo, proses penataan juga berlangsung sama. Menurut Camat Asemrowo M. Khusnul Amin, proses penataan ruang Sungai Kalianak sisi Kelurahan Genting Kalianak berlangsung hingga 500 meter.
“Kurang 100 meter lagi, ini sudah masuk STA ketiga ya untuk tahap pertama,” kata Khusnul Amin.
Dia mengungkapkan, proses tersebut dilakukan perlahan dan bertahap. Sebab menurut dia, proses pembongkaran juga tidaklah mudah. Ada beberapa bangunan, yang pondasinya permanen.
“Kami juga bongkar kos-kosan dua lantai, alhamdulilah lancar,” jelas Khusnul Amin.
Proses itu berlangsung bersamaan dengan pembersihan bekas puing bangunan. Sebab, jika tidak dibersihkan secara bersamaan akan menyulitkan mobilisasi dan pergerakan alat berat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
