Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 23.23 WIB

ITS Kembangkan Robot Anjing Canggih, Siap Patroli di Industri dan Kebencanaan

Robot Anjing Berkaki Empat yang dikembangkan oleh ITS. (Humas ITS). - Image

Robot Anjing Berkaki Empat yang dikembangkan oleh ITS. (Humas ITS).

JawaPos.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali unjuk gigi di bidang teknologi robotika dengan menciptakan robot anjing berkaki empat yang dilengkapi sistem sensor, navigasi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Robot ini dirancang mampu bergerak secara mandiri untuk inspeksi industri, mendeteksi anomali, hingga menerima perintah verbal.

Inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Klaster Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Robotika melalui Pusat Unggulan Iptek (PUI) Artificial Intelligence for Healthcare and Society ITS, bersama Departemen Teknik Komputer ITS dan Ezra Robotics. Ezra Robotics mendatangkan robot dasar dari Tiongkok, sementara Tim Robotika ITS mengembangkan kemampuan sensor, mobilitas, dan otonomi robot tersebut.

Koordinator Tim Robotika ITS, Muhtadin ST MT, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama pengembangan robot ini adalah sebagai unit patroli otonom di area industri. "Robot ini mampu memetakan lingkungan, mendeteksi perangkat yang panas berlebih, hingga mengenali anomali di lokasi seperti gardu listrik," jelasnya.

Dilengkapi dengan sensor suhu inframerah, sensor akustik, serta navigasi berbasis Lidar dan Global Positioning System (GPS), robot tersebut dapat melakukan patroli rutin setiap tiga jam sekali dan mengirimkan data hasil inspeksi ke pusat kontrol. Teknologi deep learning yang disematkan juga memungkinkan robot mengenali objek berdasarkan citra termal dan model warna aditif secara otomatis.

Selain berfungsi di sektor industri, Muhtadin menjelaskan bahwa robot berwarna putih itu juga dirancang untuk adaptif di berbagai medan, termasuk jalan berbatu dan tangga. "Dari segi mobilitas, robot ini lebih stabil dan fleksibel dibandingkan robot beroda," tambahnya. Dalam situasi tertentu, pengendalian manual melalui remote control juga dimungkinkan untuk menjamin keamanan.

Tidak hanya terbatas di industri, ITS menargetkan pengembangan robot ini untuk keperluan kebencanaan dan rumah tangga. Robot tersebut telah dibekali dukungan Large Language Model (LLM) dari Google Gemini, yang memungkinkan penerjemahan perintah bahasa alami menjadi aksi nyata. "Kami menginginkan interaksi yang natural sehingga robot ini bisa membantu aktivitas sehari-hari," ujarnya.

Robot anjing ini hadir dalam dua ukuran, yakni dua unit kecil setinggi 45 sentimeter dan satu unit besar setinggi 71 sentimeter. Muhtadin menjelaskan bahwa robot kecil lebih cocok untuk kebutuhan domestik, sementara yang besar dioptimalkan untuk industri. “Ke depan, kami berencana mengkomersialisasikan robot ini dan mengembangkannya untuk sektor lain, termasuk pertambangan dan perminyakan,” ungkapnya.

ITS juga akan terus melakukan uji coba di lapangan guna mengasah akurasi dan kemampuan robot tersebut. Muhtadin menyebutkan, pengembangan ini sejalan dengan dukungan ITS terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin ke-11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan.

“Dengan inovasi ini, kami berharap mampu menciptakan teknologi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi industri, tetapi juga memperkuat ketahanan komunitas terhadap bencana,” tutur Muhtadin.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore