
Ilustrasi dokter dan pasiennya. /Sumber Foto: (Merithhc
JawaPos.com - Dari 575 formasi CPNS yang dibuka Pemkab Gresik 2024 lalu, 80 di antaranya nihil pendaftar. Pemerintah daerah (Pemda) berencana menyekolahkan dokter umum hingga koordinasi dengan perguruan tinggi. Terdapat 6 formasi dokter spesialis yang dibuka tahun lalu, tetapi lima di antaranya nihil pendaftar.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Gresik Agung Endro Utomo mengakui keberadaan dokter spesialis saat ini sedang dibutuhkan. “Seleksi terakhir kemarin itu 5 formasi kosong dari 6 formasi dokter spesialis yang dibuka,” ucapnya.
Kesulitan merekrut dokter spesialis dialami RSUD Ibnu Sina dalam beberapa tahun terakhir. Akhirnya, RS pelat merah itu memilih opsi tenaga paruh waktu yang memiliki induk kepegawaian dari luar daerah. Hal ini menyebabkan kendala tersendiri untuk mengoptimalkan layanan.
Selain memberdayakan paruh waktu, RSUD Ibnu Sina juga harus merekrut ulang dokter spesialis yang sudah purnatugas. “Seperti dokter spesialis radiologi, kami punya dua. Satu orang sudah mau memasuki usia pensiun. Sementara yang satunya sudah pensiun, terus kami panggil kembali untuk berkontribusi,” ujar Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dr Soni.
Kesulitan mencari dokter spesialis juga dialami RS Gresik Sehati. Sejak diresmikan Maret lalu, RS di Desa Slempit, Kedamean itu sudah memiliki peralatan radiologi. Namun, dokter spesialisnya belum juga didapat.
RS tipe C itu juga sudah menerima korban kecelakaan. Petugas RSGS menduga adanya patah tulang pada korban sehingga butuh radiologi. “Tapi kami rujuk ke RSUD Ibnu Sina karena butuh radiologi,” ucap Plt Direktur RSGS dr Riyan Charlie SpTHT.
Charlie menyebut layanan radiologi sebagai salah satu layanan prioritas. Namun, mencari SDM cukup sulit. Karena itu, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan kampus-kampus di Jawa Timur apabila RSGS terbuka terhadap dokter yang ingin bergabung.
Wakil Bupati Asluchul Alif berencana melakukan sejumlah upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah menyekolahkan para dokter umum untuk sekolah spesialis.
Saat ini, beasiswa dokter spesialis sudah berjalan namun untuk kebutuhan RSUD Umar Masud Bawean. Setelah sekolah, para dokter langsung mengabdi ke Bawean. “Nanti akan kami lakukan upaya-upaya begitu. Dokter umum yang ingin melanjutkan spesialis akan kami biayai,” ujarnya. (son)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
