Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 April 2025 | 18.01 WIB

Gresik Kekurangan Dokter Spesialis, Pemkab Tawarkan Beasiswa untuk Dokter Umum di RSUD

Ilustrasi dokter dan pasiennya. /Sumber Foto: (Merithhc - Image

Ilustrasi dokter dan pasiennya. /Sumber Foto: (Merithhc

JawaPos.com -  Dari 575 formasi CPNS yang dibuka Pemkab Gresik 2024 lalu, 80 di antaranya nihil pendaftar. Pemerintah daerah (Pemda) berencana menyekolahkan dokter umum hingga koordinasi dengan perguruan tinggi. Terdapat 6 formasi dokter spesialis yang dibuka tahun lalu, tetapi lima di antaranya nihil pendaftar.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Gresik Agung Endro Utomo mengakui keberadaan dokter spesialis saat ini sedang dibutuhkan. “Seleksi terakhir kemarin itu 5 formasi kosong dari 6 formasi dokter spesialis yang dibuka,” ucapnya.

Kesulitan merekrut dokter spesialis dialami RSUD Ibnu Sina dalam beberapa tahun terakhir. Akhirnya, RS pelat merah itu memilih opsi tenaga paruh waktu yang memiliki induk kepegawaian dari luar daerah. Hal ini menyebabkan kendala tersendiri untuk mengoptimalkan layanan.

Selain memberdayakan paruh waktu, RSUD Ibnu Sina juga harus merekrut ulang dokter spesialis yang sudah purnatugas. “Seperti dokter spesialis radiologi, kami punya dua. Satu orang sudah mau memasuki usia pensiun. Sementara yang satunya sudah pensiun, terus kami panggil kembali untuk berkontribusi,” ujar Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dr Soni.

Kesulitan mencari dokter spesialis juga dialami RS Gresik Sehati. Sejak diresmikan Maret lalu, RS di Desa Slempit, Kedamean itu sudah memiliki peralatan radiologi. Namun, dokter spesialisnya belum juga didapat.

RS tipe C itu juga sudah menerima korban kecelakaan. Petugas RSGS menduga adanya patah tulang pada korban sehingga butuh radiologi. “Tapi kami rujuk ke RSUD Ibnu Sina karena butuh radiologi,” ucap Plt Direktur RSGS dr Riyan Charlie SpTHT.

Charlie menyebut layanan radiologi sebagai salah satu layanan prioritas. Namun, mencari SDM cukup sulit. Karena itu, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan kampus-kampus di Jawa Timur apabila RSGS terbuka terhadap dokter yang ingin bergabung.

Wakil Bupati Asluchul Alif berencana melakukan sejumlah upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah menyekolahkan para dokter umum untuk sekolah spesialis.

Saat ini, beasiswa dokter spesialis sudah berjalan namun untuk kebutuhan RSUD Umar Masud Bawean. Setelah sekolah, para dokter langsung mengabdi ke Bawean. “Nanti akan kami lakukan upaya-upaya begitu. Dokter umum yang ingin melanjutkan spesialis akan kami biayai,” ujarnya. (son)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore