
Penyidik membawa kontainer berisi dokumen saat menggeledah kantor PTPN I Regional 4 di Surabaya, Rabu (12/3). (Willi Irawan/Antara)
JawaPos.com–Tim penyidik Kortas Tipikor Bareskrim Polri menyita enam kontainer berisi dokumen saat menggeledah Kantor PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 4 di Surabaya, Rabu (12/3). Penggeledahan berlangsung selama 11 jam, sejak pukul 09.30 hingga 20.45 WIB.
Penggeledahan terkait dugaan korupsi revitalisasi dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes Situbondo. ”Sesuai dengan amanat pimpinan, kami melakukan pemeriksaan di PTPN terkait dengan proyek EPCC (Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning) Pabrik Gula Assembagoes periode 2015-2022,” kata salah satu penyidik, usai penggeledahan seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, penyidik melakukan pemeriksaan di sejumlah ruangan di lantai 1 dan 2 Kantor PTPN I Regional 4.
Sehari sebelumnya, Selasa (11/3), Kortas Tipikor Bareskrim Polri juga menggeledah Kantor PT MI, Jalan Kedung Cowek, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, yang merupakan bagian dari konsorsium pemenang proyek tersebut. Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita 109 item dokumen yang dikemas dalam empat kontainer.
”Kami mencari dokumen dalam rangka pembuktian perkara ini. Saat ini kasus sudah masuk tahap penyidikan, tetapi belum ada tersangka yang ditetapkan,” kata penyidik Rahmad.
Proyek revitalisasi dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes sejak 2016 sebagai bagian dari program strategis BUMN dengan pendanaan dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 650 miliar serta tambahan pinjaman lebih dari Rp 462 miliar.
Namun, dalam pelaksanaannya, kontraktor utama, KSO Wika-Barata-Multinas, tidak melibatkan pihak yang memiliki keahlian dalam teknologi gula. Sehingga, proyek gagal memenuhi standar yang dijanjikan, seperti kapasitas giling, kualitas produk, dan produksi listrik untuk ekspor.
Akibatnya, PTPN XI yang kini berubah menjadi PTPN I Regional 4 memutus kontrak dengan KSO Wika-Barata-Multinas meskipun telah membayarkan 99,3 persen dari nilai kontrak sebesar Rp 716,6 miliar. Penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
