Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mendukung program Sekolah Rakyat, tetapi tidak punya lahan 5 hektare. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut baik program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Namun, Eri menuturkan bahwa Kota Surabaya tidak memiliki lahan seluas 5 hektare untuk dibangun Sekolah Rakyat, sebagaimana yang diinstruksikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
"Sekolah Rakyat ini kita akan diskusikan siapa saja yang masuk di sana, tetapi di Surabaya itu gak ono (nggak ada) lahan seluas lima hektare, itu yang sedang kita sampaikan," tutur Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu (12/3).
Meski begitu, Wali Kota Eri mengklaim bahwa sekolah-sekolah di Surabaya adalah bagian dari Sekolah Rakyat. Ini karena pendidikan dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK sudah sepenuhnya gratis.
"Alhamdulillah Surabaya itu sudah Sekolah Rakyat. SD-SMP sudah gratis (dari Pemkot Surabaya), SMA/SMK sederajat sudah gratis semua dari Bu Khofifah (Pemprov Jatim)," imbuhnya.
Selain itu, Eri menuturkan bahwa surabaya punya program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana. Melalui program tersebut, ada sekitar 200 anak dari keluarga miskin yang mendapat kesempatan untuk sekolah gratis.
"Itu sudah sekolah rakyat, meskipun tidak memiliki lahan lima hektare. Tetapi ada 200 anak warga miskin yang sekolah gratis sampai dia kuliah dan bekerja," tutur Wali Kota Surabaya dua periode itu.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
"Sekolah Rakyat ini bukan sekadar sekolah, tapi investasi masa depan. Kita ingin generasi penerus memiliki akses pendidikan yang layak, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," jelasnya
Guna mempercepat realisasi program Sekolah Rakyat, Khofifah menginstruksikan seluruh kepala daerah di Jawa Timur untuk segera menyiapkan lahan atau aset yang bisa digunakan.
"Karena konsepnya boarding school (asrama), kita butuh lahan sekitar 5 hektare. Bisa juga dengan revitalisasi aset yang sudah ada, baik milik Pemda, BUMN, atau perguruan tinggi," tandas Khofifah.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
