
Normalisasi Sungai Kalianak akan mulai dikerjakan pada Senin (24/2). Ada puluhan ruma di Krembangan dan Asemrowo yang terdampak. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) terus berupaya untuk menangani permasalahan banjir. Salah satunya dengan melakukan normalisasi Sungai Kalianak yang akan dimulai pada Senin (24/2).
Meski memiliki tujuan positif, yakni mencegah banjir yang kerap melanda Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Krembangan, puluhan rumah warga yang berada di sekitar Sungai Kalianak juga terdampak normalisasi.
Hal itu dibenarkan oleh Kabid Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya, Irna Pawanti. Sebelum normalisasi dimulai, pihaknya memberikan tanda.
"Lebar Sungai Kalianak kini kondisinya menyempit akibat bangunan yang berdiri di atasnya. Oleh karena itu, kami berencana menertibkan bangunan untuk mengurangi risiko banjir," tutur Irna, Jumat (21/2).
Penandaan bangunan yang terdampak normalisasi Sungai Kalianak itu sudah dimulai sejak hari ini. Ada sebanyak 87 rumah yang ditandai dengan stiker tilang di RT 2, RT 3, dan RT 4 Kecamatan Krembangan.
“Puluhan bangunan rumah milik warga yang terkena normalisasi diberi tanda silang dengan cat berwarna merah. Kami akan lanjutkan lagi di tiga RT yang belum kami beri penanda, yakni di RT 5, RT 6, dan RT 7,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Irna mengimbau masyarakat yang menghuni rumah dengan penanda silang, segera memindahkan barang-barang miliknya, sebelum tahap normalisasi dimulai dan ditertibkan oleh petugas.
“Pemerintah Kota siap membantu warga untuk mengevakuasi barang-barang milik warga, mungkin membutuhkan bantuan untuk memindahkan atau membongkar barang-barang yang masih dibutuhkan, kami siap membantu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Irna mengatakan bahwa pada tahap awal normalisasi Sungai Kalianak, Pemkot Surabaya akan mengerjakan 600 meter pertama. Adapun target pengerjaan selesai dalam waktu 3 bulan.
“Alat berat sudah masuk di titik nol Sungai Kalianak. Dari 600 meter itu terbagi lagi menjadi tiga tahap (normalisasi), yaitu tiap 200 meter akan kami kerjakan dalam waktu satu bulan,” tandas Irna.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
