Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2025 | 01.21 WIB

Pilih Tak Tanggapi Protes, Wali Kota Eri Cahyadi Fix Ubah Lapangan Karangpilang Jadi RSUD Surabaya Selatan

Lapangan sepakbola Karangpilang yang menjadi lokasi pembangunan RSUD Surabaya Selatan. (Novia Herawati/JawaPos.com)


JawaPos.com-Meski sempat memicu protes masyarakat, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengonfirmasi bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Surabaya Selatan tetap dibangun di lapangan sepak bola Karangpilang.
 

"Iya, fiks di situ (lapangan sepak bola Karangpilang menjadi lokasi pembangunan RSUD Surabaya Selatan), karena sudah ada sosialisasi," tutur Eri kepada JawaPos.com, Jumat (14/2).

Namun, lapangan sepak bola yang berada di Jalan Mastrip Anggrek 1, Karangpilang itu tidak serta merta dihilangkan. Eri mengatakan pihaknya telah menyiapkan tempat lain agar masyarakat tetap bisa berolahraga.

"Akan dipindah di sebelahnya (dipindahkan tidak jauh dari lapangan sepakbola Karang Pilang)," imbuhnya. Eri memastikan RSUD keempat milik Pemkot ini akan mulai dibangun dalam waktu dekat. Yang jelas, pada 2025.

Sebelumnya, pemilihan lokasi pembangunan RSUD Surabaya Selatan menuai protes dari masyarakat sekitar. Tidak Tidak sedikit dari mereka yang keberatan jika lapangan sepak bola Karangpilang diubah menjadi rumah sakit.

“Saya jujur kecewa, kasian anak-anak yang setiap Senin, Rabu, Minggu latihan main bola disini. Sejak saya kecil, sudah berdiri lapangan ini. Eman ya, ini kan dipakai buat olahraga," tutur salah seorang warga yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Menanggapi hal tersebut, Eri membantah bahwa masyarakat Karangpilang menolak pembangunan RSUD Surabaya Selatan. Sebab, pihaknya telah melakukan sosialisasi, menggandeng pihak RT, RW, dan LPMK.

"Kalau warganya sekarang yang protes yang mana, dari jumlah berapa dari berapa, itu yang tolong di ini (highlight), karena ini untuk kepentingan lebih besar, rumah sakit ini bukan untuk kepentingan pemkot," seru Eri.

Ia percaya bahwa pembangunan RSUD Surabaya Selatan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, seperti terbukanya lapangan pekerjaan dan akses layanan kesehatan yang menjadi lebih terjangkau.

"Jadi jangan ada orang yang mengatakan tidak setuju, tetapi ada kepentingan lain. ya kita lihat lah umpamanya ada yang setuju 100 orang, yang gak setuju 2, karena kita bicara bukan untuk sekelompok orang," tandas Eri. (*)
 
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore