Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Desember 2024 | 00.09 WIB

Mobilitas Natal-Tahun Baru di Jatim Diprediksi Tembus 110 Juta Orang

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombespol Komarudin. (Polda Jatim/Antara) - Image

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombespol Komarudin. (Polda Jatim/Antara)

JawaPos.com–Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) Kombespol Komarudin menyebut mobilitas saat libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025 diprediksi tembus 110 juta orang berdasar survei dari Kementerian Perhubungan.

”Sebagaimana diketahui, hasil survei dari Kementerian Perhubungan bahwa Jawa Timur menjadi daerah asal tertinggi dan menjadi daerah tujuan tertinggi dalam pergerakan yang meningkat 2,82 persen dari 107 juta pergerakan diprediksi tahun ini akan menjadi 110 juta pergerakan, ini yang kita antisipasi tahap-tahap preemtif, preventif telah dilakukan,” kata Komarudin seperti dilansir dari Antara saat apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2024 di Surabaya, Jumat (20/12).

Komarudin menjelaskan, pada Operasi Lilin Semeru 2024, jumlah personel yang disiagakan sebanyak 18.503 ribu, terdiri atas Polda Jatim sebanyak 950 personel, polres jajaran 10.236 personel, instansi terkait 7.317, sedangkan yang disiagakan di Pos Pam 150 personel dan Pos Yan 44 personel.

”Mudah-mudahan keberadaan Pos Pam dengan diisi oleh gabungan seluruh personel dari instansi terkait, TNI-Polri dan Dinas terkait lainnya ini akan mampu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat saat perayaan natal dan tahun baru 2024-2025 ini,” tambah Komarudin.

Lebih lanjut, Dirlantas Polda Jatim juga mengatakan, telah mengantisipasi terhadap terjadinya kecelakaan yang menggunakan atau melibatkan sarana umum.

”Kita telah melakukan ramp check kemudian juga imbauan-imbauan kepada para pengusaha angkutan bus dan truk. Hari ini sudah dilakukan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas. Oleh karenanya, personel juga akan memantau secara langsung untuk mengantisipasi lonjakan yang diprediksi akan terjadi besok,” ujar Komarudin.

Selanjutnya ada sejumlah aspek yang diperhatikan. Ada beberapa titik rawan kemacetan, ada titik rawan kecelakaan, termasuk ada titik rawan bencana.

”Ini telah kita petakan, ada beberapa spot. Treatment-nya juga berbeda, untuk titik-titik yang rawan terhadap bencana, kita telah tempatkan personel-personel dari Dinas PU termasuk juga dari Basarnas, dan personel lain, termasuk sarana dan prasarana,” papar Komarudin.

Termasuk titik-titik yang kita prediksi akan menjadi titik kepadatan baru yakni tol Singosari, Pandaan. Diprediksi kepadatan sampai dengan 0,7 persen artinya belum mencapai 1 persen dari volume kendaraan berbanding dengan kapasitas jalan. Pihaknya akan memperkirakan bahwa itu juga akan menjadi titik krusial, mengingat saat operasi ini berdasar prediksi dari BMKG bahwa mulai hari ini sampai dengan akhir tahun akan terjadi cuaca yang cukup ekstrem.

”Kita akan mengantisipasi betul, sehingga apa yang menjadi kekhawatiran atau kepadatan, bisa segera kita urai. Ataupun memang terjadi kepadatan bisa secepatnya kita urai,” terang Komarudin.

Selain itu, Komarudin juga menyampaikan bahwa pertumbuhan kendaraan baru di Jawa Timur mencapai hampir 800 ribu kendaraan baru.

”Ini juga akan mewarnai atau ikut serta dalam pergerakan yang bertambah menjadi 2,82 persen. Sehingga, cara-cara kanalisasi kemudian penambahan bufferzone dan rekayasa lalu lintas, ini telah kita tambahkan untuk mengantisipasi adanya lonjakan yang nantinya akan terjadi saat akhir tahun,” terang Komarudin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore