
Seminar bertajuk “Optimizing Patient Care in Coronary Artery Bypass Surgery (CABG): Preoperative, Intraoperative, and Postoperative Intervention”. (Robertus Risky / Jawa Pos)
JawaPos.com – Penyakit Jantung Iskemik (PJI) yang juga dikenal sebagai Penyakit Jantung Koroner (PJK), terus menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Setiap tahun, penyakit ini merenggut sekitar 300.000 nyawa di Indonesia dan menyerap Rp 10 triliun dari anggaran kesehatan nasional.
Untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga medis dalam menangani PJI, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan RSUD Dr. Soetomo menyelenggarakan seminar bertajuk “Optimizing Patient Care in Coronary Artery Bypass Surgery (CABG): Preoperative, Intraoperative, and Postoperative Intervention”.
Prof. Dato’ Seri Dr. Jeffrey Jeswant Dillon, MD, FRCS, CTS (Mayo Clinic), AM (MAL), seorang Ahli Bedah Kardiotoraks Senior dari Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, menjelaskan bahwa PJI terjadi akibat penyumbatan di arteri koroner yang memasok darah ke jantung. “Ada tiga arteri koroner utama: arteri kanan, dan dua cabang besar dari arteri kiri. Faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, dan gaya hidup tidak aktif menjadi penyebab utama penyumbatan ini,” ungkapnya kepada JawaPos.com.
Proses penyumbatan dimulai dengan pembentukan plak kolesterol di dinding arteri, yang kemudian menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Jika aliran darah terganggu sepenuhnya, serangan jantung dapat terjadi, dengan gejala seperti nyeri dada hebat, sesak napas, berkeringat dingin, hingga pingsan.
Kepala Departemen dan Prodi Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular FK Unair, Dr. dr. Yan Efrata Sembiring, Sp.B, Sp.BTKV, Subsp. VE (K) menambahkan bahwa tren usia pasien PJI semakin mengkhawatirkan. “Dulu, pasien PJI berusia rata-rata 60 tahun. Kini, pasien saya banyak yang berusia 40 tahun, bahkan ada yang baru 28 tahun. Ini menunjukkan pola hidup masyarakat yang semakin tidak sehat,” katanya.
Ada tiga metode utama dalam penanganan PJI:
1. Obat-obatan – Untuk mengurangi gejala, meskipun tidak memperbaiki penyumbatan.
2. Percutaneous Coronary Intervention (PCI) – Melalui kateter, dilakukan pelebaran pembuluh darah dengan balon dan pemasangan stent.
3. Operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) – Menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain, seperti kaki atau dada, untuk membuat aliran baru yang melewati penyumbatan.
“Operasi bypass adalah metode yang paling efektif untuk kasus penyumbatan berat, dengan tingkat keberhasilan hingga 99 persen. Namun, ini adalah operasi besar, sehingga membutuhkan waktu pemulihan sekitar 6 minggu,” jelas Jeswant.
Sebagai langkah pencegahan, kedua ahli sepakat bahwa pola hidup sehat adalah kunci. “Kurangi konsumsi lemak dan gula, hentikan kebiasaan merokok, rutin berolahraga, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama setelah usia 40 tahun,” ujar Yan.
Jeswant menambahkan bahwa pasien dengan riwayat keluarga PJI harus lebih waspada, karena penyakit ini juga bersifat genetik.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan penghargaan kepada Universitas Airlangga dan RSUD Dr. Soetomo. “Acara ini membekali para dokter dengan keterampilan tingkat lanjut untuk menangani kasus-kasus kompleks. Saya berharap mereka menjadi pahlawan baru yang merevolusi bedah jantung di Indonesia,” katanya.
Seminar ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tenaga medis, menekan angka kematian akibat PJI, dan mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan operasi. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat juga diharapkan lebih sadar akan pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah penyakit jantung.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
