
Penampakan Taksi Green SM yang tertabrak KRL Commuterline yang di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com-Kasus taksi Green SM yang mati mendadak di atas rel hingga memicu kecelakaan kereta di Bekasi menjadi perhatian publik. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan, bagaimana mobil listrik (electric vehicle/EV) bisa tiba-tiba kehilangan daya di momen krusial.
Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkaitan erat dengan sistem kelistrikan dan proteksi canggih yang dimiliki kendaraan listrik.
“Berbeda dengan mobil ICE yang mati karena masalah pasokan bahan bakar atau pengapian, EV biasanya mati karena kegagalan pada sistem manajemen energi atau sirkit proteksi,” kata Agus saat dihubungi dari Jakarta, Kamis.
Berikut sejumlah penyebab yang bisa membuat mobil listrik mati mendadak, seperti yang diduga terjadi pada kasus taksi Green SM di Bekasi:
1. Aki 12 Volt Drop atau Mati
Agus menyebutkan bahwa penyebab paling umum adalah gangguan pada baterai 12 volt (aki), yang justru menjadi komponen vital.
“Ini adalah penyebab paling umum. Meskipun memiliki baterai traksi bertegangan tinggi (HV), sistem komputer, lampu, dan sensor EV dijalankan oleh baterai 12V biasa. Jika baterai 12V drop atau mati, main relay tidak bisa menutup, sehingga daya dari baterai besar tidak bisa mengalir ke motor penggerak. Mobil akan mati total meskipun persentase baterai utama masih 80 persen,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022