Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Desember 2024 | 00.39 WIB

Gangguan Atmosfer Sebabkan Cuaca Ekstrem di Surabaya

Genangan air terjadi di beberapa titik setelah Kota Surabaya diguyur hujan deras, Selasa (10/11). (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Genangan air terjadi di beberapa titik setelah Kota Surabaya diguyur hujan deras, Selasa (10/11). (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Surabaya belakangan ini mengalami cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras, angin kencang, hingga genangan air di berbagai tempat. Menurut Rendy Irawadi, salah satu ahli dari BMKG Juanda, kondisi ini bukanlah fenomena yang terisolasi di Surabaya saja, tetapi hampir seluruh Jawa Timur sedang menghadapi situasi serupa.
 
Saat ini, wilayah Jawa Timur telah memasuki awal musim penghujan. Pada fase ini cuaca cenderung ekstrem, terutama pada satu hingga dua bulan pertama.
 
"Hal ini disebabkan oleh aktivitas atmosfer yang intens dalam proses transisi dari musim kemarau ke musim penghujan, di mana pembentukan awan hujan terjadi secara masif," ujar Rendy kepada JawaPos.com, Jumat (13/12).
 
 
Selain dampak musim hujan, cuaca ekstrem ini diperburuk oleh gangguan atmosfer global dan regional, seperti:
 
1. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO):
Madden-Julian Oscillation adalah gangguan atmosfer berskala besar yang bergerak dari barat ke timur di wilayah tropis. Saat MJO aktif di wilayah Jawa Timur, terjadi peningkatan signifikan pada suplai uap air di atmosfer, yang mendukung pembentukan awan hujan besar.
 
2. Gelombang Atmosfer Kelvin:
Gelombang ini merupakan gangguan atmosfer lain yang bergerak di sepanjang wilayah ekuator. Dampaknya adalah menambah kelembapan udara dan mempercepat pertumbuhan awan hujan yang lebih intens.
 
Kombinasi kedua gangguan atmosfer ini meningkatkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan fenomena cuaca lainnya yang bersifat ekstrem.
 
 
BMKG mencatat bahwa wilayah Jawa Timur saat ini memiliki tingkat kelembapan yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh pasokan uap air tambahan dari kedua gangguan atmosfer tersebut. Akibatnya, terjadi pertumbuhan awan hujan yang masif, dengan struktur awan yang lebih besar dan tinggi. Hujan yang turun pun menjadi lebih deras dan intens dibandingkan biasanya.
 
Kondisi ini memengaruhi kehidupan masyarakat di Surabaya dan sekitarnya. Genangan air hingga banjir lokal terjadi di beberapa titik, mengganggu aktivitas sehari-hari. 
 
Angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada pohon dan bangunan ringan. "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan memantau informasi cuaca terkini untuk mengantisipasi potensi bahaya," kata Rendy. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore