
Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Dok. JawaPos.com).
JawaPos.com – BPJS Kesehatan Surabaya menonaktifkan sementara sebanyak 32.000 peserta BPJS penerima bantuan iuran (PBI). Penonaktifan itu dilakukan karena penerimanya dinyatakan tidak memenuhi kriteria.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Surabaya Hernina Agustin Arifin mengatakan, ada 32.000 peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan.
Pihaknya memelototi data tersebut bersama dinas kesehatan (dinkes), dinas perindustrian dan tenaga kerja (disperinaker), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya.
Hasilnya, kata Ina, sapaan akrab Hernina, ditemukan data warga yang tidak memenuhi kriteria untuk mendapatkan BPJS PBI. Ada pula warga yang sudah meninggal namun iurannya masih ditanggung pemkot.
”Untuk data ganda sudah minim. Yang masih ada adalah peserta jaminan yang ada di luar domisili. Lalu, data yang sudah meninggal, tapi masih tercantum,’’ terangnya seusai mengikuti hearing bersama Komisi D DPRD Surabaya kemarin (7/11).
Aktivasi Layanan BPJS yang Terblokir
Menurut Ina, warga yang kepesertaan BPJS-nya terblokir bisa mengaktifkannya kembali. Caranya, berkoordinasi dengan pemkot. Peserta yang dinonaktifkan karena domisilinya di luar Surabaya misalnya.
Mereka harus pindah kependudukan sesuai alamat tinggal. Bila dinyatakan meninggal dunia namun ternyata masih hidup, layanan BPJS akan direaktivasi.
”Jika yang nonaktif sebelumnya peserta mandiri atau kategori PPU, ada opsi pindah sebagai peserta PBI. Namun, mereka harus bersedia dilayani di kelas III,” papar Ina.
Peserta BPJS Nonaktif
Dari data BPJS Kesehatan Surabaya, ada 19,42 persen warga yang kepesertaannya nonaktif. Alasannya beragam. Mulai menunggak pembayaran hingga terkena PHK.
Ina mengaku, pihaknya sudah berupaya menghubungi peserta yang tidak aktif. Mereka diminta untuk mengaktifkannya kembali. Bila keberatan dengan nominal iuran, warga diarahkan untuk menjadi peserta PBI.
Namun, sebelum masuk sebagai penerima PBI, warga harus melunasi tunggakan sebelumnya. ”Setelah itu, pelayanan kesehatan tetap bisa diterima,” katanya.
Dukungan dari DPRD
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Surabaya William Wirakusuma meminta pemkot tidak mencoret kepesertaan BPJS warga yang ngekos. Sebab, terkadang mereka pindah kos, tetapi tidak melapor. ”Antisipasi agar tidak dicoret bagaimana?” papar politikus PSI itu.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
