Keluarga dan kerabat menghadiri pemakaman Pudjiono di TPU Keputih Senin (28/10). Setelah menjalani perawatan selama 28 hari, Pudjiono, meninggal dunia. (Azami/Jawa Pos)
JawaPos.com – Setelah menjalani enam kali operasi dan dirawat selama 28 hari di rumah sakit, Pudjiono, sopir taksi online yang jadi korban begal di Gunung Anyar, meninggal dunia Senin (28/10).
Jenazah Pudjiono dimakamkan di TPU Keputih pada pukul 16.00. Proses pemakaman itu dihadiri keluarga dan sejumlah kerabat. Salah satunya Dimas Andika, anak pertama Pudjiono.
Menurut Dimas, selama dirawat di rumah sakit, ayahnya sudah menjalani beberapa kali operasi. ”Bapak sudah menjalani tiga operasi besar dan tiga operasi kecil,” ucapnya saat ditemui di TPU Keputih kemarin (28/10).
Enam operasi itu mulai dari operasi pembersihan luka, operasi pengambilan gumpalan darah di dada, hingga operasi pembersihan total paru-paru. Kondisi Pudjiono naik turun. Dia sempat tak sadarkan diri saat operasi terakhir. ”Selasa pekan lalu itu siuman. Karena di ICU, kami tidak bisa bertemu langsung,” jelas Dimas.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Pudjiono mengalami pendarahan di leher bagian kiri. Itu adalah bekas luka tusukan saat dia dibegal Maria Livia pada 1 Oktober lalu. ”Bapak selalu berpesan agar tetap mengutamakan keluarga, khususnya pada adik saya. Pesan itu yang selalu disampaikan ke kami,” ujar Dimas.
Respons Tetangga
Suasana duka menyelimuti pengurus RT 07, RW 13, Keputran Panjunan, Kelurahan Embong Kaliasin. Ketua RT 07 Muhammad Basir menyatakan sempat bertemu Pudjiono saat dirawat di RSUD dr Soetomo. Kala itu, kondisi Pudjiono berangsur membaik. Berselang beberapa hari, kesehatan Pudjiono kembali menurun.
”Sepengetahuan kami, Mas Pudji sempat mengalami pembengkakan dan sudah menjalani operasi lanjutan,” jelasnya.
Basir berharap, pelaku dijerat sesuai aturan hukum yang berlaku. ”Lukanya cukup serius. Ada luka tusuk di leher,” ujarnya.
Tercatat sebagai Ketua PPS Embong Kaliasin
Selain bekerja sebagai sopir taksi online, Pudjiono tercatat sebagai ketua PPS Embong Kaliasin. Menurut Ketua PPK Kecamatan Genteng Totok Widjayanto, korban merupakan pria yang bertanggung jawab. Tak hanya kepada keluarga, namun juga tugasnya sebagai penyelenggara pemilu di Embong Kaliasin. ”Kami kehilangan. Kami juga sudah sampaikan kepada komisioner atas informasi terakhir ini,” jelasnya.
Dia berharap, proses hukum tetap berjalan. Menurut Totok, sebagai bentuk pertanggungjawaban, pelaku harus dihukum sesuai perbuatannya.
Perkembangan Kasus
Kasus pembegalan yang dialami Pudjiono hingga kini masih didalami Polsek Gunung Anyar. ”Kalau tentang perkembangan kasus, silakan tanya ke Kapolsek. Tapi, dengan korban yang telah meninggal, nanti surat keterangan kematian dilampirkan pada pemberkasan kejaksaan,” ujar Kanitreskrim Polsek Gunung Anyar Ipda Aris Nuryanto Senin (28/10).

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
