Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Agustus 2024 | 21.43 WIB

Pemkot Surabaya Sasar 3 Sektor Prioritas dalam Rancangan APBD 2025, Apa Saja, Simak!

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi Jelaskan 3 sektor prioritas dalam APBD 2025. (surabaya.go.id)

Jawapos.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menggelar rapat paripurna pada Kamis (1/8/2024) kemarin.

Rapat yang digelar di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Surabaya tersebut diantaranya membahas mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pun tampak turut hadir dalam rapat tahunan tersebut. 

Dalam rapat tersebut, Wali Kota Eri pun memberikan tanggapan dan jawaban mengenai pandangan umum (PU) Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Ia menyebut, agar pembahasan lebih lanjut untuk segera dilakukan oleh masing-masing komisi DPRD.

“Jadi ini tanggapan dari pertanyaan dari fraksi, untuk segera ditindaklanjuti ke komisi masing-masing,” ucapnya seperti dikutip surabaya.go.id.

Diketahui sebelumnya, Wali Kota Eri juga menjelaskan mengenai prioritas dalam pelaksanaan APBD 2025.

Diantaranya adalah untuk bidang kesehatan, penyelesaian banjir, dan pengentasan kemiskinan.

Prioritas tersebut terlihat dari anggaran gedung dan bangunan yang naik hingga 33,71 persen. Sementara anggaran jalan, jaringan, dan irigasi juga turut meningkat hingga 16,74 persen.

Lebih jauh mengenai prioritas penyelesaian banjir, Wali Kota Eri mengaku akan melanjutkan pengerjaan saluran diversi Wiyung hingga Gresik dengan target rampung pada tahun 2026.

“Jadi terkait jalan itu, yang dari Wiyung sampai Gresik gorong mari (belum selesai). Lalu, di Gunungsari dan depan Pondok Benowo Indah juga harus diselesaikan karena itu targetnya selesai 2026 nanti. Semua saluran itu akan terintegrasi,” jelasnya.

Sementara terkait prioritas kesehatan, APBD Kota Surabaya akan lebih difokuskan dalam pembangunan dan perbaikan gedung Rumah Sakit dan Puskesmas setiap kelurahan.

“Ada perbaikan terkait gedung RS, ada pula perbaikan Puskesmas Pembantu (Pustu) dengan layanan Integrasi Layanan Primer (ILP), karena di setiap kelurahan harus ada satu. Layanan itu menjadi percontohan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes), supaya berobat lebih nyaman untuk masyarakat,” ucap Eri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore