Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Mei 2026 | 23.27 WIB

Unesa Gelar Talkshow Kebangsaan, Cahyo: Nasionalisme Benteng Pemuda di Tengah Derasnya Informasi

Talkshow Kebangsaan 2026 bertema Rekonstruksi Nilai Nasional di Era Globalisasi: Bangun Kesadaran Kritis, Kuatkan Nasionalisme digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa Fisipol Unesa. (Istimewa) - Image

Talkshow Kebangsaan 2026 bertema Rekonstruksi Nilai Nasional di Era Globalisasi: Bangun Kesadaran Kritis, Kuatkan Nasionalisme digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa Fisipol Unesa. (Istimewa)

JawaPos.com - Nasionalisme menjadi benteng penting bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi media sosial dan fenomena post truth. Menurut Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi benar dan tidak benar.

Pernyataan itu disampaikan Cahyo dalam Talkshow Kebangsaan 2026 bertema Rekonstruksi Nilai Nasional di Era Globalisasi: Bangun Kesadaran Kritis, Kuatkan Nasionalisme di Gedung i6 Srikandi FISIPOL Universitas Negeri Surabaya yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa Fisipol Unesa.

”Di tengah kondisi post truth yang mempengaruhi pola pikir kita tentang mana kebenaran dan mana yang harus dipercaya, nasionalisme menjadi penting untuk menjaga karakter kebangsaan kita,” tutur Cahyo Harjo Prakoso dilansir dari Antara.

Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya ini mengatakan, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista. Ketahanan karakter kebangsaan dan kedaulatan pangan juga menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan Indonesia.

Nasionalisme adalah salah satu alat ketahanan kita sebagai bangsa. Yang menjaga kita utuh menjadi suatu bangsa, tidak hanya alutsista yang modern, tetapi juga kedaulatan pangan dan ketahanan karakter kebangsaan kita,” kata Cahyo Harjo Prakoso.

Dia menuturkan nilai nasionalisme sejatinya sudah diwariskan para pendiri bangsa sejak awal kemerdekaan. Gagasan Trisakti Presiden Soekarno masih relevan di tengah perkembangan zaman saat ini.

”Kalau kita mau menjadi bangsa yang merdeka secara utuh, inklusif, berkeadilan dan sejahtera, maka kita harus berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ujar Cahyo Harjo Prakoso.

Dia juga menegaskan kampus tidak boleh hanya menjadi ruang akademik semata. Menurut dia, perguruan tinggi harus menjadi ruang berdialektika, bertukar gagasan, dan membangun kesadaran kebangsaan untuk masa depan bangsa.

”Kampus harus menjadi ruang berdialektika kita bersama-sama. Kampus harus menjadi sarana kita untuk memberikan sumbangsih terbaik kita tidak hanya untuk kampus dan diri kita tetapi juga kepada bangsa dan negara,” tandas Cahyo Harjo Prakoso.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore