Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Maret 2024 | 19.45 WIB

Dinkopdag Surabaya Percepat Pelaku UMKM Kantongi Sertifikat Halal, Sasarannya Sektor Mamin

Salah satu aktivitas UMKM pembuatan kue keranjang di Surabaya. (Andy S/Radar Surabaya) - Image

Salah satu aktivitas UMKM pembuatan kue keranjang di Surabaya. (Andy S/Radar Surabaya)

JawaPos.com – Pemerintah pusat menargetkan jika pada tahun ini seluruh pelaku IKM dan UKM akan mengantongi sertifikat halal.

Selaras dengan program itu, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya melakukan percepatan dengan menyiapkan langkah strategis.

Kepala Dinkopdag Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati mengatakan jika pihaknya bakal berupaya menggenjot program itu, dengan sasarannya adalah UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman (mamin).

Mereka menargetkan bahwa para pelaku usaha yang belum mengantongi sertifikat halal akan segera mendapatkan itu.

“Kami terus kejar dengan berkoordinasi dengan banyak pihak untuk sertifikat halal bagi para UMKM. Karena juga ini bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk mendorong seluruh pelaku usaha memiliki sertifikat halal,” terangnya pada Jumat (15/3), seperti yang dikutip dari Radar Surabaya.

Pihaknya menggencarkan koordinasi dengan berbagai pihak, antara lain universitas, Kemenag Kota Surabaya, hingga perhimpunan pengusaha. Selain itu, pihaknya juga tengah mengebut sosialisasi.

“Kalau yang kampus itu ada dari Universitas Wijaya Putra, ada dari Unair,” ucapnya.

Menurutnya, percepatan sertifikasi cukup krusial. Pasalnya, kuota penerbitan sertifikat halal gratis per tahunnya terbatas, yaitu hanya untuk 100 UMKM. Hal itu dikarenakan menyesuaikan dengan jumlah alokasi anggaran dari pemkot.

“Sertifikat halal ini berbayar semuanya Rp350 ribu dan Rp2,5 juta. Anggaran kami setiap tahunnya memang dibatasi,” katanya.

Selain itu, program pemerintah pusat itu juga mengandung faktor penting lainnya, misalnya sertifikat halal menjamin masyarakat maupun konsumen mendapatkan produk berkualitas, terutama mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.

“Dari awal tahun ini, kami mencatat baru sekitar 40 persen atau sekitar 980 UMKM yang sudah memiliki sertifikat halal. Totalnya hingga 2024 ada 55.509 pelaku usaha di bidang mamin,” paparnya

Menurutnya, persentase tersebut jauh dari targetnya. Karena itu, pada tahun ini dia optimistis jumlah pelaku usaha yang sudah bersertifikat akan naik.

Dengan demikian, Pemkot bakal mengintervensi agar realisasi program itu berjalan optimal.

“Makanya ini dibantu oleh pemkot, nanti ada surat rekomendasi dari kecamatan. Target kami semuanya, makanya kami terus berkoordinasi untuk percepatan, selain melalui anggaran kami sendiri. Kalau yang ber-NIB di Maret ini ada 893 UMKM dan total keseluruhannya 63.035 UMKM,” pungkasnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore