Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 19.21 WIB

Sepekan Bayar Parkir Non Tunai Telah Diterapkan di Surabaya, Begini Evaluasi dan Proyeksi Kedepannya

Sistem pembayaran parkir nontunai terus digencarkan Pemkot Surabaya (SURYANTO/RADAR SURABAYA) - Image

Sistem pembayaran parkir nontunai terus digencarkan Pemkot Surabaya (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

JawaPos.com -  Pemberlakukan sistem pembayaran parkir non tunai di Kota Surabaya akhirnya memasuki akhir pekan pertama setelah mulai diterapkan sejak 1 Februari lalu.

Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup) pada Kamis (8/2), masyarakat Kota Pahlawan agaknya sudah mulai beradaptasi dengan metode perparkiran baru yang di inisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) tersebut.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, setelah pemberlakuan parkir non tunai berjalan selama sepekan, maka Dinas perhubungan (dishub) akan melakukan evaluasi terkait program tersebut.

Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru telah memonitor kebijakan itu sejak mulai diberlakukan serentak di 322 titik dari ribuan lokasi yang sudah dipetakan sebelumnya.

Tundjung mengaku, selama sepekan penerapan metode baru perparkiran di lapangan, pihaknya tidak menemukan adanya kendala berarti. Meskipun mayoritas pengguna jasa parkir memang masih membayar secara tunai.

"Kita menilai masyarakat juga perlu beradaptasi dengan peralihan tunai ke nontunai," ungkapnya, pada Rabu (7/1).

Menurutnya, memang masih ada sejumlah warga yang memilih membayar parkir secara tunai. Sebab, sebagian mereka belum terbiasa membayar menggunakan QRIS, terutama dikalangan para orang tua.

Pembayaran parkir tunai memang masih disediakan pemkot untuk antisipasi hal - hal seperti itu. "Tahap awal memang kita berikan skema ini (tunai, Red)," ucapnya.

Tundjung menyebut, skema pembayaran tunai tersebut masih diperbolehkan untuk sementara waktu dan itu sudah sesuai dengan kesepakatan bersama.

Kendati demikian, pemkot memastikan hal itu tidak akan mengganggu penerapan parkir non tunai. Tundjung juga menegaskan, kedepannya seluruh titik akan memberlakukan parkir nontunai.

"Nanti selurugnya pakai QRIS, perlu waktu," katanya.

Output itu akan terus diupayakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Berbagai upaya persuasif untuk mendorong peralihan menuju kebijakan parkir non tunai pun terus disempurnakan.

Seperti misalnya saat ini, pihaknya tengah menggencarkan sosialisasi pemakaian voucher pengganti uang tunai. Rencananya, titik penjualan voucher ini juga bakal ditambah.

"Sementara masih Taman Bungkul dan area Balai Kota Surabaya," tutur Tundjung.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore