
Bandara Dhoho Kediri dari kejauhan. (Radar Kediri)
JawaPos.com - Segala persiapan jelang operasional Bandara Internasional Dhoho Kediri terus dikebut. Sebagian sudah rampung, namun sebagiannya lagi belum.
Contohnya terkait akses jalan menuju bandara. Untuk akses jalan tol, yakni Tol Kediri - Tulungagung dan Tol Kediri - Kertosono, diketahui masih belum memasuki pembangunan fisik.
Keduanya sama-sama terkendala dengan tahapan pascalelang, yakni terkait pembebasan lahan terdampak tol yang tersebar di Kabupaten Kediri dan wilayah sekitarnya, seperti Nganjuk.
Sementara itu, terkait akses jalan non-tol menuju bandara, progresnya sudah siap. Pelebaran jalan pun telah selesai di kerjakan di kedua jalan yakni Jalan Jawa dan Jalan PB Sudirman.
Kendati demikian, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari juga menyebut akses non-tol ke bandara tersebut dinilai masih kurang memadai.
Menurutnya, dari dua ruas jalan non-tol itu, Jalan PB Sudirman merupakan alternatif utama yang bisa dipilih. Dapat disimpulkan begitu, karena jalan tersebut diketahui jauh lebih lebar (8 meter) daripada Jalan Jawa.
Namun, pada akhirnya kedua jalan tersebut akan bermuara di satu tikungan yang sama, yakni tikungan di Jalan Jawa. Berita buruknya, hingga kemarin tikungan yang masuk ke Jalan Jawa itu dianggap masih terlalu sempit.
“Tikungan itu sudah dilakukan pembebasan lalu pelebaran tapi tetap terlalu sempit,” ungkapnya, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Jumat (2/2).
Melihat situasi di tikungan tersebut, Yudha pesimis jika alur transportasi akan berjalan lancar. Pasalnya, setelah beberapa kali uji coba menggunakan kendaraan besar, selalu terjadi kemacetan di sana.
Menurutnya, kendaraan besar bisa saja masuk ke jalan tersebut. Namun, pasti akan menimbulkan kemacetan. “Untuk kendaraan besar bisa saja. Tapi selalu macet,” paparnya.
Yudha mengatakan, sebenarnya permasalahan ini masih bisa diantisipasi. Caranya dengan dibangunnya Tol Kediri - Tulungagung ruas bandara. Menurutnya, dengan keberadaan jalan tol itu, potensi kemacetan di tikungan Jalan Jawa bisa dicegah.
Sebab, kendaraan roda empat nantinya pasti akan memilih untuk melewati tol. Sehingga, akses non-tol disiapkan khusus untuk kendaraan roda dua saja. “Tol Ki Agung akan jadi akses utama. Tapi sebelum dibangun, Jalan PB Sudirman yang akan jadi akses utama,” tandasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
