
Siswi SMP Ciputra asal Surabaya Claire Margarateh Sinto.
JawaPos.com–Siswi SMP Ciputra asal Surabaya, Claire Margarateh Sinto, mulai berlatih Olimpiade matematika sejak usia 8 tahun. Namun, sejatinya, hatinya tertaut deretan hingga tumpukan angka itu sejak kelas 1 sekolah dasar.
Dara kelahiran Surabaya itu mengatakan, sangat menikmati bagaimana angka-angka dari matematika itu seolah menyeretnya masuk.
”Matematika, saya merasa itu adalah salah satu mata pelajaran yang mudah saya pahami dan saya nikmati untuk di pelajari,” ungkap Claire saat ditemui JawaPos.com di Manyar Surabaya.
Sejatinya, lanjut dia, dirinya tidak terlalu suka mengingat sesuatu. Namun, Claire lebih menikmati memahami sesuatu. Dan, itu hanya bisa dia temukan di matematika.
”Matematika itu tidak ingat rumus, kami paham rumusnya sehingga bisa menggunakannya untuk pertanyaan lain,” ujar Claire.
Kelas 3, Claire memulai kompetisi Olimpiade matematika. Ketika kelas tiga sampai kelas 4 dan saat pandemi Covid-19, Claire berhenti Olimpiade.
Waktu berjalan, Claire duduk di bangku kelas tujuh. Dia sadar bahwa dirinya lebih membutuhkan Olimpiade. Baginya, Olimpiade yang dihelat dianggap sebagai kesempatan untuk memamerkan kemampuan matematika.
Berbicara kompetisi, Claire sudah dikenalkan bagaimana ambience sebuah kompetisi sejak kelas 1 SD. Dia dikenalkan dengan kompetisi musik.
Hingga kini, nama Claire tak berhenti menyesaki daftar pemenang berbagai kompetisi. Anak dari dr. Boedi Raharjo Sinto dan Joan Margaretha itu sudah meraih puluhan medali.
Saat ditanya, berapa medali kompetisi yang dibawa pulang? Claire tertawa kecil. Dia mengaku lupa jumlah yang diraihnya. Tapi yang jelas, khusus 2023, Claire sudah mengoleksi 20 medali.
Kompetisi yang paling mengesankan yakni memenangi Top 2 Indonesia MMWC Final Round 2023, Bronze Award for WMI 2023, dan Bronze Award for HKIMO 2023.
”Kalau prestise menurutku WMI, meski bronze tapi perjuangannya berat, karena sangat ketat,” ungkap Claire.
Ke depan, ada target yang sudah dicanangkan Claire. Yakni, memenangi kompetisi International Mathematics Olimpiade (IMO). Untuk mengikuti kompetisi itu, Claire harus memenangkan tiga dari banyak Olimpiade yang digelar di tiga negara. Antara lain, Thailand, Hongkong, dan Taiwan.
”Cita-cita saya itu bisa terpilih masuk IMO, jadi harus menang dulu baru bisa terpilih,” kata Clair, kakak dari Roxanne Vianney itu.
Dalam waktu dekat, Claire akan berangkat ke Eropa. Dia mengikuti kompetisi di Hungaria. Claire belajar sendiri untuk kompetisi. Tak ada kursus yang diikuti.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
