Apindo Gresik saat menggelar press conference.
JawaPos.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik menyayangkan Bupati Fandi Akhmad Yani merekomendasikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik 2024 sebesar Rp 4.799.230. Sebab rekomendasi tersebut dinilai tidak sesuai dengan hasil Dewan Pengupahan Gresik.
Seperti diketahui, dalam berita acara Sidang Dewan Pengupahan Kabupaten Gresik telah mengeluarkan hasil. Yakni, unsur pemerintah mengusulkan adanya kenaikan UMK 2024 sebesar 2,21 persen atau Rp 100.118 menjadi Rp 4.622.148. Kemudian dari unsur perusahaan mengusulkan kenaikan UMK 2024 sebesar Rp 11.305 atau 0,25 persen menjadi Rp 4.533.335.
Kedua unsur tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 51 tahun 2023 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan. Sementara unsur pekerja mengusulkan kenaikan UMK 2024 sebesar Rp 722.168 atau 15,97 persen menjadi Rp 5.244.198.
“Kami menyayangkan karena usulan Dewan Pengupahan tidak menjadi acuan. Apalagi rekomendasi bupati tersebut tidak sesuai dengan PP 51 tahun 2023,” ucap Ketua Bidang Advokasi Apindo Gresik Ichwansyah.
Apindo sendiri tidak keberatan apabila penyesuaian UMK 2024 mengalami kenaikan. Namun untuk menjaga keberlanjutan dunia usaha dan ketersediaan lapangan kerja penyesuaian UMK 2024 diharapkan melandai. “Naik ya tetap naik, tapi landai dulu. Karena dunia usaha ini juga sedang tidak baik,” imbuhnya.
Kabupaten Gresik memang memiliki angka investasi yang tinggi. Namun hal itu ditopang dari industri skala besar. Apabila kenaikan UMK 2024 terlalu tinggi, perusahaan menengah ke bawah sangat terdampak. “Ada beberapa faktor, salah satunya pandemi, kemudian ditambah gejolak dunia. Ini industri sektor ekspor impor sangat terdampak. Bahkan sudah ada pekerja yang dipulangkan,” jelasnya.
Apindo yang memiliki 163 anggota ini mencontohkan sejumlah perusahaan padat karya yang berpotensi akan tutup. Hal ini tidak lain karena perkembangan dunia usaha untuk saat ini cukup berat dengan adanya beberapa faktor.
“Kebanyakan saat ini, efektivitas pekerja hanya 70 persen. Jika ada perusahaan yang sudah mempekerjakan karyawan 100 persen, itu dikurangi jam kerjanya,” papar Ichwan.
“Kebanyakan saat ini, efektivitas pekerja hanya 70 persen. Jika ada perusahaan yang sudah mempekerjakan karyawan 100 persen, itu dikurangi jam kerjanya,” papar Ichwan.
Dalam hal penyesuaian UMK 2024 ini, Apindo ingin menjaga iklim investasi di Gresik stabil. Dimana keberlangsungkan berusaha terjaga dan lapangan kerja juga terbuka. “Akhirnya jika kenaikan teralu tinggi, potensi perusahaan hengkang dari Gresik atau mengambil pekerja dari luar daerah akan tinggi. Malahan ada perusahaan yang sudah menerapkan pekerja mesin,” pungkasnya.
Perlu diketahui, UMK 2024 akan ditetapkan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Penetapan tersebut hasil dari Sidang Pengupahan Jawa Timur yang berasal dari rekomendasi masing-masing kepala daerah. Rencananya, UMK kabupaten/kota di Jatim ditetapkan hari ini (30/11).

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
