Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony bersama mahasiswa UPN Veteran Jatim menulis aksara Jawa di Balai Pemuda Surabaya, Selasa (31/10) / Sumber: HO-DPRD Surabaya/Antara
JawaPos.com - Pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Jawa Timur, telah mengajak generasi muda untuk merawat warisan budaya Jawa, termasuk salah satunya aksara Jawa.
"Generasi muda harus cintai negeri. Jangan sampai generasi selanjutnya tercerabut dari akar asli budaya leluhur," kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony dilansir Antara, Rabu (1/11).
AH Thony bersama puluhan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur mengikuti kegiatan aksi peduli aksara Jawa di Balai Pemuda Surabaya pada Selasa (31/10).
Kegiatan tersebut meliputi penulisan aksara Jawa pada sehelai kain putih dengan ukuran panjang 10 meter dan lebar satu meter.
AH Thony menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian mahasiswa UPN Veteran sebagai bentuk merawat aksara Jawa.
"Semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober kemarin ditunjukkan dengan kepedulian merawat aksara Jawa. Mereka harus menjadi pelopor mencintai negerinya sendiri dengan budaya asli," katanya.
Tidak hanya itu, Thony juga menekankan pentingnya generasi muda untuk mengetahui produk-produk budaya leluhur, serta mendukung upaya pelestarian dan pengembangan budaya Jawa.
Dalam era teknologi yang semakin canggih, AH Thony juga mengajak untuk memanfaatkan teknologi dalam upaya pendidikan dan pelestarian budaya.
Dia menambahkan, kecintaan generasi muda pada budaya Jawa harus terus ditumbuhkan agar produk-produk budaya Jawa dapat lestari dan terjaga.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Surabaya sudah mulai menggunakan aksara Jawa dalam penulisan papan nama di kantor-kantor organisasi perangkat daerah maupun Balai Kota.
Selain itu, AH Thony juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan penggunaan aksara Jawa dalam lingkungan pemerintahan.
DPRD Surabaya berkomitmen untuk mengawal dan mendukung pendidikan mengenai aksara Jawa kepada generasi muda.
"Mari lakukan apapun dengan cara apapun agar budaya asli Jawa tak luntur," katanya.
Ketua Badan Legislatif Mahasiswa Fakultas Hukum UPN Veteran Jawa Timur Rafi Great Akbar menyampaikan, aksi menulis aksara Jawa bersama DPRD Surabaya mendapat sambutan antusias dari para peserta, khususnya mahasiswa.
"Menurut saya, ini bentuk pencegahan terhadap budaya dan identitas Jawa agar tak hilang ditelan zaman. Apalagi di era globalisasi, budaya luar bisa dengan mudah masuk," kata Rafi.
Wanda Siagian, seorang mahasiswi asal Medan, mengaku senang ikut menulis aksara Jawa.
Meskipun sulit, Wanda mengungkapkan aplikasi membantu proses penulisan aksara Jawa sehingga menjadi lebih mudah.
Wanda juga membandingkan pengalaman ini dengan menulis aksara Batak, budaya asalnya. Namun, ia merasa lebih menyenangkan menulis aksara Jawa.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah meminta kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya untuk memasang tulisan aksara Jawa di setiap kantor organisasi perangkat daerah.
Cak Eri, sapaan akrabnya, ingin papan nama kantor pemerintah dengan tulisan aksara Jawa dipasang sebelum 10 November 2023 sebagai upaya untuk mengingat dan memahami sejarah.