
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi hadir dalam acara HUT ke-2 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya di Convention Hall, Senin (30/10). Wali Kota Eri Cahyadi hadir bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani.
Wali Kota Eri mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Surabaya. Sebab, selama dua tahun terakhir, para ASN telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada Baznas Kota Surabaya.
”Alhamdulillah (pendapatan) Baznas Kota Surabaya ini dari yang diadakan Baznas Nasional kita ini terbesar se-Indonesia. Sehingga diharapkan, kita bisa mencapai pendapatan sampai Rp 60 miliar, karena tahun ini insya Allah tembus sampai dengan Rp 40 miliar,” kata Wali Kota Eri.
Wali Kota Eri ingin, pendapatan tersebut disalurkan untuk membantu warga Kota Surabaya. Salah satunya adalah program bantuan biaya pendidikan pondok pesantren di Kota Pahlawan. Diharapkan Baznas Kota Surabaya bisa memberikan biaya pendidikan kepada para santri yang kurang mampu.
”Jadi, kegiatan-kegiatan Baznas ini bagaimana kita bisa memberikan untuk menyambut hari santri, kepada santri untuk beasiswa. Ada 186 orang (penerima) insya Allah pada 2024 akan ditambah jumlah santri yang akan kita berikan beasiswa,” ucap Eri.
Tak hanya itu saja, Wali Kota Eri juga menyebutkan, program tebus ijazah juga akan dilanjutkan pada 2024. Namun, masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Baznas Provinsi Jawa Timur.
”Kita akan fokuskan lagi, karena kita koordinasikan dengan Baznas provinsi, kita evaluasi juga bagaimana dengan hal yang seperti ini. Yang pasti, bukan hanya tebus ijazah saja, tapi membantunya warga miskin yang ada di Kota Surabaya apa yang menjadi kendalanya, kita akan bantu,” sebut Eri.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Surabaya Moch Hamzah mengatakan, akan terus melakukan penguatan kelembagaan, infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), dan jaringan. Selain itu, juga akan ada beberapa program lanjutan, mulai dari kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Hamzah menerangkan, di bidang kesehatan ada program prioritas yakni penurunan prevalensi stunting dan peningkatan gizi balita. Sedangkan di bidang ekonomi, yakni penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya di kalangan anak-anak muda.
Dia menjelaskan, ke depannya ada program bantuan biaya pendidikan pondok pesantren di Kota Surabaya. Ada 186 santri dari 13 pondok pesantren di Kota Surabaya yang mendapatkan program bantuan.
”Selain beasiswa pendidikan umum, pondok pesantren ini harus kita support juga karena mereka warga Surabaya yang berhak mendapatkan zakat. Bukan hanya santri, termasuk ustadnya juga kita beri insentif,” terang Hamzah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
