Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2023 | 19.26 WIB

Imbauan Wali Kota Eri Cahyadi kepada Guru: Fasilitasi Bakat Siswa untuk Cegah Kenakalan Remaja

BERI SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyapa seorang pengajar yang menghadiri acara pengarahan guru sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Surabaya di Graha YKP kemarin (11/10). - Image

BERI SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyapa seorang pengajar yang menghadiri acara pengarahan guru sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Surabaya di Graha YKP kemarin (11/10).

JawaPos.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta guru lebih dekat dengan siswanya serta mendata para pelajar yang berpotensi melanggar aturan. Langkah itu bertujuan untuk mencegah kasus perundungan dan kenakalan remaja yang akhir-akhir ini kerap terjadi.

Imbauan itu disampaikan Eri saat memberikan pengarahan kepada seluruh guru di Graha YKP kemarin (11/10). Menurut dia, anak-anak rentan terpapar masalah sosial.

”Saya lihat anak-anak sekarang ada yang rokokan, mendem, dan lainnya. Untuk mengantisipasinya, pendekatan guru harus berbeda. Bukan dengan kekerasan seperti dulu. Guru harus keras, disiplin, tapi lembut,” ucapnya.

Menurut Eri, ada sejumlah faktor pemicu kenakalan remaja. Misalnya, di rumah, mereka tidak mendapat cukup kasih sayang. Di sekolah, mereka dicap anak nakal. Itu membuat pelajar tersebut memberontak.

”Sebenarnya, guru itu tahu siapa yang nakal dan lainnya. Tapi, saya bilang itu bukan nakal. Itu kelebihan. Dia punya keberanian. Tinggal sekarang diarahkan,” ujarnya.

Eri meminta anak yang memiliki kelebihan dan keberanian itu didata. Selanjutnya, pelajar tersebut diajak mengikuti kegiatan sesuai minat dan bakatnya. Dengan demikian, penanganan masalah anak tidak berujung kekerasan.

”Guru yang menghadapi anak sing senengane balapan ojo wedi. Daftarkan masuk anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI). Ada anak sing seneng bela diri nanti disalurkan bakatnya,” paparnya.

Kepala SMPN 62 Sutarwiyah menyatakan, sejatinya setiap sekolah sudah menyiapkan banyak langkah untuk mencegah kenakalan remaja. Di SMPN 62 misalnya, dia mengubah citra negatif ruang bimbingan konseling (BK).

Itu dilakukan agar siswa nyaman saat berkunjung ke ruangan tersebut. ”Alhamdulillah, dengan begitu komunikasi bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Selain itu, sekolah juga rutin menggelar kegiatan kecil namun berdampak positif pada pelajar. Contohnya, menyambut kedatangan siswa di sekolah. Guru juga mendampingi murid saat istirahat dan ketika pulang.

”Kami rutin berkomunikasi dan bertemu orang tua siswa,” ucap Sutarwiyah. (gal/zam/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore