Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2026 | 21.19 WIB

Surabaya Berhasil Tekan Pernikahan Dini, Angka Dispensasi Kawin Turun 61,63 persen

Ilustrasi pernikahan anak. (Jawa Pos Group) - Image

Ilustrasi pernikahan anak. (Jawa Pos Group)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil menekan fenomena pernikahan dini (anak). Terbukti, angka pengajuan dispensasi kawin (diska) turun hingga 61,63 persen.

Capaian Pemkot Surabaya tersebut tidak lepas dari pendekatan edukasi dan penguatan perlindungan anak yang selama ini digencarkan, hingga kolaborasi dengan Pengadilan Agama (PA) Surabaya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati, mengatakan upaya pencegahan pernikahan dini dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik masyarakat di setiap wilayah.

"Misalnya untuk wilayah utara itu perlu pendampingan spesial. Sebab mereka punya kultur bahwa kalau sekolah selesai, ya sudah nggak perlu sekolah tinggi-tinggi," ujarnya, Selasa (16/6).

Untuk mengubah pola pikir masyarakat terkait kesadaran pemenuhan hak dan pentingnya pendidikan, Pemkot menggencarkan edukasi hingga tingkat RW melalui sejumlah program, salah satunya Kampung Pancasila.

"Kampung Pancasila itu salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota untuk mengedukasi masyarakat bahwa hak-hak anak ini harus bisa dipenuhi sampai dia mewujudkan cita-citanya," imbuhnya.

Selain edukasi, Ida menuturkan bahwa Pemkot Surabaya juga memperkuat perlindungan anak melalui pengawasan lingkungan serta kebijakan pendukung, termasuk penerapan surat edaran pembatasan jam malam bagi anak. 

"Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) memberikan surat edaran pembatasan jam malam. Itu salah satu portal-portal yang diberikan oleh Pemkot Surabaya agar pemenuhan hak anak ini bisa terlaksana," terang Ida.

Meski pengajuan dispensasi kawin menurun, Pemkot tetap mendampingi pemohon melalui kelas calon pengantin yang membekali peserta soal kesiapan psikologis, ekonomi, kesehatan, dan reproduksi sebelum berumah tangga.

"Di situ akan diberikan pembekalan kaitan tentang psikologis untuk membina rumah tangga itu persiapannya seperti apa. Dari sisi ekonomi, kesehatan hingga reproduksinya harus seperti apa, itu kita berikan," ujarnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore