Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 September 2023 | 20.07 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Anjurkan Warga Swadaya Bangun Balai RW, Lokasi Bisa di Tanah Fasum Pemkot Surabaya

PERBAIKAN: Sejumlah petugas dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pertanahan memperbaiki balai RW 10 di Jalan Genteng Besar beberapa waktu lalu. - Image

PERBAIKAN: Sejumlah petugas dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pertanahan memperbaiki balai RW 10 di Jalan Genteng Besar beberapa waktu lalu.

JawaPos.com – Meskipun pelayanan publik di balai RW telah berjalan, belum semua wilayah dilengkapi gedung serupa. Pemkot Surabaya pun mempersilakan warga memanfaatkan tanah fasum untuk membangun sarana tersebut.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kemarin (23/9). Dia mengakui, memang masih ada wilayah yang belum memiliki sarana pelayanan yang dekat dengan warga tersebut. Opsi pembangunan dan usulan ke Pemkot Surabaya pun dibuka.

Namun, pihaknya tidak bisa membantu 100 persen biaya pembangunan balai. Harapannya, ada gotong royong dengan masyarakat. Agar mereka juga merasa memiliki fasilitas tersebut.

”Ada tanah fasum yang dimiliki Pemkot Surabaya. Bisa dibangun balai RW di sana. Tapi, kalau dibangunkan Pemkot Surabaya, bisa menimbulkan rasa tidak memiliki. Sehingga perlu swadaya,” paparnya.

Dari data Pemkot Surabaya, total masih ada 183 RW yang belum memiliki balai. Warga memanfaatkan balai RT hingga rumah pribadi untuk kegiatan-kegiatan. Sedangkan yang sudah lengkap sebanyak 1.177 tempat.

Lebih lanjut Eri menyebutkan, yang paling kesulitan untuk dibangun balai RW adalah wilayah yang sudah sangat padat penduduk. Tidak ada lahan pemkot yang tersisa. Pengadaan lahan di sana pun sulit dilaksanakan.

Untuk kasus seperti itu, Eri meminta warga bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. ”Bisa di kantor kelurahan. Atau bisa juga di rumah balai RW-nya,” kata dia.

Menurut Eri, semenjak balai RW direnovasi dan difungsikan sebagai pusat kegiatan, banyak perubahan di masyarakat. Seperti masalah sosial yang perlahan bisa diselesaikan oleh masyarakat sendiri.

Beberapa RW pun melaporkan zero stunting dan pengangguran. Hal itu bisa memotivasi wilayah lain untuk terus melakukan hal yang sama. Apalagi, target pemkot ingin balai RW menjadi pusat kegiatan masyarakat.

”Bukan hanya untuk rapat RW, namun juga pergerakan masyarakat. Ada puspaga, kemudian ada sinau bareng, ngaji bareng,” terang Eri. (gal/c9/jun)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore