
Kepala Sekolah SDN 236 Gresik Umi Latifah usai mediasi. SAH menjadi korban bullying yang dilakukan kakak kelasnya hingga buta karena dicolok dengan tusuk bakso.
JawaPos.com - Kasus bullying yang menimpa SAH hingga buta karena dicolok kakak kelasnya dengan tusuk bakso membuat Dinas Pendidikan Pemkab Gresik bergerak. Dispendik langsung merespon kejadian di UPT SDN 236 Gresik itu.
Tim Dispendik turut menyelidiki kejadian bullying tersebut. Bahkan, jabatan Umi Latifah sebagai Kepala UPT SDN 236 menjadi pertimbangan Dispendik untuk dimutasi.
Sekretaris Dispendik Pemkab Gresik Herawan Eka Kusuma mengaku akan memanggil pihak sekolah ke Dispendik pada Senin (18/9) besok. Pemanggilan itu untuk memintai keterangan atas kejadian bullying ini.
“Akan menjadi pertimbangan kami untuk memberi sangsi kepala sekolah. Salah datu pertimbangannya memindahkan kepala sekolah,” ucapnya.
Karena kasus ini sedang ditangani Polres Gresik, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian. Pihaknya hanya melakukan mediasi agar proses berjalan lancar.
Meski demikian, untuk ke depan, belajar dari kejadian di UPT SDN 236 Gresik ini akan menjadi evaluasi. Agar kejadian serupa terutama bullying tidak terjadi di sekolah lain.
“Nanti akan kami buat program wajib untuk seluruh sekolah. Tujuannya pencegahan bullying,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Sekolah SDN 236 Gresik Umi Latifah enggan bicara banyak usai mediasi antara Polres Gresik, Dinas Pendidikan, dan orang tua. Setelah selesai mediasi, Umi langsung masuk ke ruang guru sembari menghindari awak media.
“Maaf saya punya hak untuk tidak bicara,” ucap Umi Latifah sambil berlalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Samsul Arif, ayah SAH geram dengan pihak sekolah yang dianggap tidak serius menangani kasus itu. Saat mata kanan SAH berdarah, anaknya hanya bisa menangis sambil merasakan sakit yang luar biasa.
SAH tidak mendapatkan empati dan perhatian dari sekolah. Malahan bercak darah yang menempel di baju SAH dianggap saos. “Kami sangat menyayangkan, tidak ada perhatian malah mengira itu saos,” ucap Samsul Arif.
Bahkan mata SAH dianggap tidak terjadi apa-apa. Karena secara kasat, mata itu seperti mata normal. Warna putih dan hitam masih terlihat bersih.
“Setelah kejadian itu, di kulit dalam mata anak saya ada luka merah,” kata Samsul.
Dipalak Sejak Kelas 1 SD
Saat di rumahnya kemarin (16/9), SAH tampak sedih. Penglihatan anak pertama Samsul Arif dan Kiki Ramadani itu hanya berfungsi separo. Ketika mata kirinya ditutup, bocah 8 tahun tersebut tidak bisa melihat apa pun. Saat mata kanannya ditutup, SAH harus memosisikan mata kirinya dengan tepat untuk bisa melihat jelas.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
