Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 20.28 WIB

Kasus Pencurian Limbah Medis RSUD Soewandhie Surabaya Terungkap, Diotaki Oknum Wartawan

Direktur Utama RSUD Soewandhie Kota Surabaya dr Billy Daniel Messakh. - Image

Direktur Utama RSUD Soewandhie Kota Surabaya dr Billy Daniel Messakh.

JawaPos.com–Kasus pencurian limbah medis di RSUD Soewandhie Surabaya terungkap. Polisi menetapkan satu oknum wartawan sebagai tersangka otak pencurian limbah medis di RSUD Soewandhie Surabaya.

Kapolsek Simokerto Kompol Dwi Nugroho mengatakan, PI menjadi tersangka setelah terbukti memerintahkan ZA, 25, yang bekerja di rumah sakit sebagai cleaning service. ZA sudah terlebih dulu diamankan Polsek Simokerto.

”Dia menyuruh karena butuh bahan untuk pemberitaan. Bahannya itu minta ke ZA, kategori barang yang dipesan bukan barang bebas atau kuasa ZA, jadi kategorinya pencurian. Barang itu untuk mengondisikan SOP pembuangan limbah, diskenariokan tidak sesuai SOP (dibuang ke TPS),” terang Dwi Nugroho.

Dwi menyebutkan, PI ingin memeras atau mencari keuntungan ke pihak rumah sakit dengan citra buruk. RS seolah menyalahi standar operasional prosedur (SOP) pembuangan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3). Namun, hingga keduanya diamankan, pemerasan terhadap rumah sakit belum dilakukan.

Sebelumnya, seorang pegawai kebersihan atau cleaning service RSUD Soewandhie harus berurusan dengan Kepolisian. Itu lantaran pihak RSUD Soewandhie melaporkan pria berinisial ZA itu karena diduga mencuri limbah medis dari rumah sakit untuk dibuang sembarangan.

Direktur Utama RSUD Soewandhie Kota Surabaya dr Billy Daniel Messakh membeberkan kronologi kejadian hilangnya limbah (safety box) laboratorium. Kejadian itu bermula pada Senin (14/8) pukul 13.15 WIB.

”Saat itu ada laporan dari pelaksana sanitasi saat membuang sampah domestik di TPS Tambak Rejo Surabaya. Terdapat dua orang yang merekam kegiatan pembuangan sampah domestik,” kata Billy.

Pada saat yang bersamaan, Billy menyebut, salah satu dari orang yang tidak dikenal itu memberitahukan jika ada limbah medis jarum suntik dalam safety box (sampah medis) di TPS Tambak Rejo. Sampah medis itu dikemas dalam kantong plastik hitam.

”Kemudian mereka (orang tidak dikenal) mengatakan bahwa ini (kemasan berisi safety box) adalah sampah RSUD  Soewandhie,” ujar Billy.

Mendapat informasi temuan sampah medis di TPS Tambak Rejo, Billy menyatakan, petugas sanitasi melaporkan kejadian tersebut kepada Kabag Umum dan Keuangan RSUD Soewandhie.

”Kabag Umum dan Keuangan kemudian memerintahkan agar membawa bukti safety box (sampah medis) di TPS Tambak Rejo ke rumah sakit untuk dijadikan barang bukti laporan ke kepolisian,” jelas Billy Daniel Messakh.

Tak berhenti di sana, pihak RSUD Soewandhie lantas melakukan penelusuran penyebab sampah medis bisa ada di TPS Tambak Rejo. Penelusuran dilakukan dengan mengecek ke CS laboratorium apakah pada hari itu mengeluarkan safety box di Depo LB3 (Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun) area Lab. 

”Ternyata safety box (sampah medis) dikumpulkan di Depo (area Lab) sekitar pukul 09.00 WIB,” ungkap Billy.

Lantas pihak sanitasi melakukan pengecekan ke petugas di TPS LB3 area Lab RSUD Soewandhie. Itu untuk memastikan apakah pada hari itu ada pengambilan safety box (sampah medis) laboratorium mulai pagi sampai siang hari. 

”Ternyata di saat itu tidak ada pengambilan dan ini dibuktikan pada register pencatatan kosong,” sebut Billy.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore